Sindo Batam

11 WNI Terindikasi Teroris Dicekal Imigrasi Tanjungpinang

11 WNI Terindikasi Teroris Dicekal Imigrasi Tanjungpinang
ilustrasi

PINANG – Kantor Imigrasi Klas I Tanjungpinang mencekal 11 orang Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bepergian ke luar negeri. Ke-11 orang tersebut diindikasikan terlibat dalam gerakan teroris.

Namun, hingga kini Imigrasi belum mau menyebut identitas ke-11 orang tersebut, termasuk asal dan tujuan mereka, dengan alasan masih dalam penyelidikan.

“Mereka baru terindikasi, dan masih dicari tahu dulu. Identitasnya masih dirahasiakan,” kata Kepala Seksi Informasi Imigrasi Tanjungpinang Said Noviansyah di kantornya, Kamis (1/6).

Said mengatakan, pencekalan terhadap 11 orang itu dilakukan dalam sepekan terakhir, pascabentrok antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi, Filipina. Saat ini, Imigrasi masih menelusuri keterlibatan ke-11 WNI tersebut. Jika benar terlibat, kasus ini akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk memproses lebih lanjut.

Sejak pemerintah Filipina berperang melawan kelompok bersenjata, lanjut Said, Imigrasi Tanjungpinang terus meningkatkan pengawasan terhadap orang-orang yang hendak masuk dan keluar wilayah Tanjungpinang.
Said mengatakan, Direktorat Jenderal Imigrasi RI sudah memerintahkan seluruh Kantor Imigrasi di wilayah perbatasan Indonesia, memperketat pengawasan terhadap orang asing untuk mencegah masuknya teroris.

“Surat edaran sudah ada, bagi tempat pemeriksaan Imigrasi di seluruh wilayah perbatasan tetap berkoordinasi, bilamana menemukan kecurigaan. Dengan adanya perintah tersebut petugas lebih meningkatkan lagi pengawasan,” katanya.

Ia mengatakan, langkah-langkah pencegahan dilakukan setiap petugas dengan cara mewaspadai penumpang yang datang dan berangkat di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura. Petugas lebih fokus terhadap penumpang yang bersikap mencurigakan.

“Teknis pengawasan melalui petugas yang memiliki wewenang dan cara tersendiri untuk mengatasi penanganan orang asing,” ujarnya.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, Tanjungpinang berpotensi menjadi jalur masuk dan keluar orang asing, termasuk anggota jaringan teroris. Karena itu, Imigrasi sebagai garda terdepan pemeriksaan orang masuk dan keluar, tak ingin kecolongan.

Tidak hanya itu, pengurusan paspor juga diperketat. Menurut Said, hal itu untuk menghindari WNI menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan meninggalkan Indonesia namun menjadi teroris. Imigrasi akan menolak pengurus paspor yang bukan warga Tanjungpinang. Dalam sehari, pengurusan paspor di Imigrasi Tanjungpinang mencapai 80 orang.

“Kalau bukan KTP Tanjungpinang, disarankan mengurus paspor di tempat asalnya. Jika terindikasi TKI, langsung kami tolak” tegas Said.

Ia memastikan, sampai sekarang belum ditemukan teroris dari Filipina kabur ke Tanjungpinang. Meski memperketat pengawasan, namun pemerintah Indonesia tidak menerapkan pembatasan warga negara Filipina masuk ke Kepri.

“Setiap warga negara lain berhak masuk ke Indonesia asalkan itu memenuhi prosedur, dan aturan sesuai Undang-Undang Keimigrasian,” ujarnya.

Kesiagaan yang sama juga dilakukan jajaran Polres Tanjungpinang, dengan meningkatkan patroli gabungan untuk mengantisipasi gerakan teroris di Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Patroli melibatkan seluruh unsur kepolisian, termasuk Polsek dan Babinkamtimbas. Bukan hanya di lingkungan Polres Tanjungpinang, peningkatan pengawasan juga dilakukan di rumah-rumah ibadah dan objek vital lainnya.

“Kami tak ingin serangan teroris terjadi di Tanjungpinang. Kami sudah menyiagakan personel dan menggelar patroli skala besar,” kata Kabag Ops Polres Tanjungpinang Kompol Hari Yoyono.

Hari mengatakan, kewaspadaan ini diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan yang mengancam keamanan dan ketertiban di masyarakat. Sejauh ini, situasi di Tanjungpinang masih aman dan kondusif. Ia mengimbau masyarakat ikut bersama-sama polisi menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat juga harus ikut waspada. Dan yang terpenting, jangan mudah terpengaruh untuk berbuat yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak. Kita semua tentu ingin Tanjungpinang ini terus aman dan kondusif,” katanya.

Bagi masyarakat yang mengetahui atau mencurigai aktivitas orang-orang baru di lingkungan tempat tinggal, Hari mengimbau segera melaporkan ke pengurus RT dan RW serta Babinkamtibmas di wilayah masing-masing. Menurutnya, tindakan antisipasi dari masyarakat sangat efektif untuk menangkal adanya pengaruh negatif dari luar.

 

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com