Sindo Batam

Alam Kepri Harus Diwariskan dengan Baik

  • Reporter:
  • Senin, 5 Juni 2017 | 13:51
  • Dibaca : 57 kali
Alam Kepri Harus Diwariskan dengan Baik
Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Danrem 033 WP Brigjen TNI Fachri serta Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma Ribut EkoDanrem memukul kompang bersama warga setempat saat Safari Ramadan di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Minggu (4/6). HUMAS PEMPROV KEPRI

NATUNA – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat Kepri bersama-sama menjaga lingkungan tetap dalam kondisi baik. Karena lingkungan yang baik menjadi sumber penghasil ekonomi buat masyarakat.

“Negeri ini bukan untuk kita pakai hari ini saja. Harus kita warisan untuk anak cucu kita ratusan tahun berikutnya,” kata Nurdin di Masjid Al Hikmah, Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Minggu (4/6).

Nurdin hadir di Masjid Al Hikmah dalam rangkaian Safari Ramadan di Kabupaten Natuna sejak Sabtu (3/6). Sepanjang Ramadan ini, ia dan rombongan terus melakukan perjalanan dari masjid ke masjid. Sudah puluhan masjid dikunjunginya dalam 10 hari pertama Ramadan tahun ini.

Nurdin mengatakan, kebersamaan menjaga lingkungan, merupakan bagian dari visi Pemprov Kepri. Kalau lingkungan tetap dipertahankan terus dalam keadaan baik, sumber sumber kehidupan di dalamnya, seperti ikan akan terus ada.

“Tidak membuang sampah ke laut, menangkap ikat tidak dengan bom dan perusak karang lainnya merupakan upaya menjaga lingkungan tetap baik,” katanya.

Kepada sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri yang ikut dalam kunjungan ke Natuna, Nurdin berpesan agar meninggikan antena, dan mau melihat kebutuhan masyarakat di lapangan. Dinas Kesehatan, misalnya, karena keinginan masyarakat, akan segera mendirikan Puskesmas di Pulau Tiga.

Ia menegaskan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Demikian juga dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kelautan dan Perikanan, dimintanya segera memenuhi keperluan masyarakat.

“Bulan puasa tak sepanjang tahun, meningkatkan nilai puasa dengan pasang semuanya semoga dapat membantu rakyat,” kata Nurdin.

Tentang hutan lindung menjadi kawasan yang strategis di Selat Lampa, Gubernur mengatakan pihaknya sangat mendukung. Pernyataan dukungan dari Nurdin ini disampaikan setelah Wakil Bupati Natuna Ngesti menyebutkan pengembangan Selat Lampa sebagai kawasan terpadu sangat diperlukan. Saat ini lahan yang akan dikembangkan masih hutan lindung dan sudah diajukan ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta sudah keluar surat bahwa masuk wilayah strategis. Namun belum ada rekomendasi dari DPR RI Komisi IV. Percepatan status dengan keluarnya rekomendasi DPR RI ini samgat ditunggu masyarakat Natuna.

Selain Ngesti, tampak hadir pada rangkaian Safari Ramadan Gubernur Kepri ke Natuna ini di antaranya, anggota DPRD Kepri Tawarich, Danrem 033 WP Brigjen TNI Fachri, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma Ribut Eko dan pejabat lainnya. Dari OPD Kepri hadir di antaranya, Plh Sekda Raja Ariza, Kadis Pendidikan Arifin Nasir, Kadis Keluatan dan Perikanan Edy Sofyan, Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kadis Pemuda dan Olahraga Maifrizon, Kadis Perhubungan Jumhur Ismail, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Burhanudin, Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan, Karo ULP Misbardi, dan Karo Kesra Tarmidi.

Sebelum ke Pulau Tiga, Gubernur dan rombongan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Natuna. Di sini, Nurdin meninjau sejumlah kedai yang menjual kebutuhan bahan pokok. Peninjauan ini untuk memastikan stok kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman, termasuk hingga Lebaran nanti.

Di sini, Nurdin juga melakukan dialog langsung dengan beberapa pemilik kedai, tentang persediaan dan pasokan bahan kebutuhan pokok.

“Stok masih ada. Masih aman sampai Lebaran,” kata seorang pemilik kedai kepada Nurdin dan rombongan.

Telur ayam yang saat ini semakin banyak dibutuhkan masyarakat, harganya juga masih stabil.

“Sekarang Rp40 ribu, Pak Gubernur. Kalau tahun lalu, saat-saat seperti ini sudah Rp50 ribu sepapan,” kata penjual lainnya.

Demikian juga dengan gula dan beras serta kebutuhan lainnya. Nurdin juga meninjau bongkar muat bahan pokok ke kapal-kapal kecil yang akan dibawa ke pulau sekitar. Beberapa barang kebutuhan pokok memang didatangkan dari Tanjungpinang dan Jakarta. Nurdin memastikan waktu bongkar muatnya tidak membutuhkan waktu lama.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com