SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Antisipasi Narkoba, Ratusan Koli Barang Milik TKI Diperiksa

Antisipasi Narkoba, Ratusan Koli Barang Milik TKI Diperiksa
Porter menurunkan 35 koli barang kiriman asal Malaysia tujuan Pulau Bawean, Jawa Timur untuk diperiksa di Mapolsek KKP Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Senin (12/6). JOKO SULISTYO

PINANG – Polsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang membongkar dan memeriksa ratusan koli barang milik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru tiba dari Malaysia, Senin (12/6) sekira pukul 12.00. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi adanya narkoba dan barang dilarang lain yang dibawa para TKI tersebut.

Pantauan di lapangan, pemeriksaan dilakukan tak lama setelah kapal feri Sentosa 9 berlabuh di dermaga Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Ratusan koli barang bawaan TKI ini rencananya hendak dikirim ke Pulau Bawean, Provinsi Jawa Timur. Rata-rata isi koli yang diperiksa polisi berupa makanan, baju-baju, serta barang rumah tangga seperti kipas angin dan lainnya. Barang-barang itu, ada yang dibawa langsung TKI, ada pula yang memakai jasa kurir.

Barang-barang bawaan TKI dari Malaysia banyak yang lewat begitu saja dari area pemerikaan, termasuk mesin x-ray. Melihat itu, petugas KKP langsung menahan dan memeriksa barang-barang tersebut. Setelah diperiksa petugas, dibantu anjing pelacak K-9 Pangkalan Utama TNI AL, polisi tidak menemukan adanya narkoba dan barang terlarang lain dalam ratusan koli bawaan tersebut.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro didampingi Kapolsek KKP SBP Kompol Darmawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi bawaan para TKI disusupi narkoba.

“Syukurlah, dari 200 koli yang tadi diperiksa, kami tidak memukan ada narkoba dan barang dilarang lainnya,” ujar Ardiyanto.

Ia mengatakan, selain memeriksa barang-barang tersebut, polisi juga memintai keterangan 5 orang yang bertindak sebagai kurir yang membawa ratusan koli itu. Dari keterangan pembawa, barang-barang itu untuk oleh-oleh Lebaran keluarga di kampung asal para TKI di Malaysia.

“Jelang Idul Fitri ini, memang banyak orang-orang Indonesia yang tinggal di Malaysia mengirimkan oleh-oleh? buat keluarga mereka merayakan Lebaran. Mereka mengirimkannya lewat kurir, orang Indonesia yang juga tinggal di Malaysia,” katanya.

Muhammad Sholeh, seorang kurir mengaku membawa 38 koli dari sejumlah TKI di Malaysia untuk dibawa ke Pulau Bawean. Ia mengaku sudah belasan tahun berprofesi sebagai pembawa oleh-oleh Lebaran dari para TKI di Malaysia.

Menurutnya, barang bawaan ini milik para TKI yang tidak bisa pulang kampung saat Lebaran. Untuk upah sekali berangkat membawa paket tersebut, ia mendapat 10 ringgit Malaysia per kilogramnya, dengan catatan barang diantar sampai alamat tujuan.

“Saya sudah lama bawa-bawa kiriman begini. Hampir setiap Lebaran,” katanya.

Sementara Joni (40), seorang TKI mengaku membayar Rp300 ribu agar empat koper barangnya lewat tanpa diperiksa mesin x-ray pelabuhan. Ia menegaskan, tidak pernah membawa narkoba. Karena itu, ia merasa tak ada masalah saat polisi memeriksa barang bawaannya.

“Tadi saya bayar Rp300 ribu biar barang yang saya bawa tak lewat x-ray?. Itu yang bikin polisi curiga, makanya semua barang bawaan dari Malaysia diperiksa,” katanya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com