SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Batam Masih Jadi Magnet Bagi Pencaker

Batam Masih Jadi Magnet Bagi Pencaker
Antrean pencaker. Foto Arrazy Aditya,.

SEKUPANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam mencatat kota industri ini masih belum akan reda dari serbuan pencari kerja dari luar daerah. Kendati pertumbuhan ekonomi melambat dan sejumlah perusahaan tutup, namun Batam masih menjadi magnet bagi para pencari kerja. “Ini tak bisa dihindari. Batam masih mendapt serbuan dari pencaker dari luar kota,” kata kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti, Kamis (1/6).

Saat ini kondisi Batam memang belum stabil. Banyak perusahaan yang tutup. Dari data terakhir, sudah ada 34 perusahaan tutup terhitung akhir Mei silam. Jumlah pengangguran yang diakibatkan mencapai 889 orang.

Namun sejumlah perusahaan besar masih tetap bertahan. Walaupun dalam kondisi sepi order dan tengah mengefisiensi sejumlah pengeluaran perusahaan agar lebih kompetitif. Namun kondisi tersebut tampaknya masih jadi angin segar bagi pencaker dari luar Batam. “Mereka melihat yang tutup itu hanya perusahaan sub kontraktor atau pendukung. Yang besar seperti McDermott masih ada dan bertahan,” ujarnya.

Rudi menambahkan, tidak semua sektor mengalami penurunan aktivitas, seperti industri elektronik. Sebab hingga saat ini, masih banyak yang membuka lowongan meskipun tidak banyak, namun jika dibandingkan dengan galangan sangat berbeda. “Seperti di Tanjunguncang dulu ada 20 perusahaan sekarang tinggal dua saja yang aktif,” katanya.

Hal ini harusnya menjadi pertimbangan bagi pencaker yang ingin mengadu nasib ke Batam. Pihaknya memang tidak bisa menahan masuknya orang baru ke Batam. “Setidaknya mereka bisa berpikir ulang, di sini saja masih banyak yang nganggur,” kata Rudi.

Seperti diketahui, Disnaker mencatat ada 11 perusahaan yang tutup dalam kurun waktu dua bulan terakhir karena permasalahan sepi order. Dengan demikian, sudah 34 perusahaan tutup sejak awal 2017 dan 889 buruh menjadi pengangguran karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selama triwulan pertama ada 23 perusahaan yang tutup dan 500-an buruh menjadi penganggur. Mayoritas adalah perusahaan penunjang (subkon) akibat perusahaan induknya tak ada lagi pekerjaan atau hengkang dari Batam.

Selanjutnya, dua bulan terakhir kemudian 11 perusahaan menyusul tutup, karena tak ada lagi proyek pekerjaan yang masuk. Ada juga perusahaan yang berhenti beroperasi karena masalah keuangan dan tak mampu lagi menopang operasional.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com