Sindo Batam

Belasan Pengemudi Taksi Pangkalan Pelabuhan Amankan Sopir Taksi Uber

Belasan Pengemudi Taksi Pangkalan Pelabuhan Amankan Sopir Taksi Uber
Kapolsek Batamkota saat melakukan mediasi antara supir pangkalan pelabuhan dan supir Uber di Mapolsek Batam Kota. Foto tommy purniawan. 

SINDOBATAM – Belasan sopir taksi pangkalan Pelabuhan Internasional Batam Centre, mengamankan Daniel Sihombing, pengemudi taksi online Uber saat akan menaikkan penumpang di depan pelabuhan Rabu (14/6/2017). Setelah diamankan, Daniel dibawa ke Mapolsek Batam Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sahrial pengemudi taksi pelabuhan mengatakan, Daniel diamankan berawal dari kecurigaan sopir taksi saat melihat seorang penumpang yang terburu-buru keluar dari pelabuhan.

Lalu, sopir taksi pelabuhan menanyakan mau kemana dan penumpang itu mengatakan kalau sudah ada taksi Uber yang menunggu di depan pelabuhan.

“Karena dia mengaku ada taksi Uber, makanya kami mengikuti penumpang itu,” ujarnya.

Tanpa disadari oleh penumpang tersebut, ia bersama teman lainnya melakukan pengintaian mobil Uber tersebut. Tak lama mobil Toyota Avanza warna silver dengan plat nomor polisi BP 1503 GI datang.

“Saat mau naik mobil Uber, penumpang itu kami larang dan mengamankan sopir tersebut,” ujarnya.

Saat mengamankan sopir Uber itu, Sahrial bersama sopir lainnya mengintrogasi sebentar. Daniel mengakui jika ia supir Uber. Dasar pengakuan itu, ia bersama belasan sopir lainnya membawa Daniel ke Polsek Batam Kota.

“Kami tak ada melakukan kekerasan, karena masalah ini masih dibahas kami serahkan saja ke polisi,” katanya.

Daniel sendiri mengaku tidak mengetahui jika mengambil penumpang di depan Pelabuhan dilarang. Namun, ia mengakuhanya mencari rezeki dan saat mendapat order ia langsung menunggu penumpang di depan pelabuhan. “Saya tidak tahu kalau dilarang, saya mendapat panggilan makanya saya mau jemput penumpang itu,” ujarnya

Kapolsek Batam Kota Kompol Arwin saat proses mediasi memberikan nasihat kepada Daniel. Pasalnya, sopir pangkalan memiliki izin resmi dari Pemko Batam dan membayar pajak resmi.

“Jadi tak bisa seenaknya mengambil penumpang di pangkalan mereka, jika mau semestinya Uber juga mengurus legalitas itu,” katanya.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, Arwin meminta agar kedua belah pihak membuat surat pernyataan dan ditandatangani Daniel. Isi surat pernyataan itu, meminta agar Daniel tidak mengulangi perbuatannya dan jika berbuat lagi akan di proses dengan hukum yang ada.

“Apakah ditilang atau proses hukum lainnya, melihat kesalahannya nanti,” ujarnya.

Arwin juga mengimbau kepada sopir atau ojek pangkalan untuk tidak main hakim sendiri jika terjadi hal serupa. Harus menyerahkan permasalahan ini kepada pihak berwajib dan pihak berwajib yang menentukan hukuman terhadap yang melanggar.

“Kami minta jangan main hakim sendiri, tetapi jika menemukan hal serupa diserahkan ke kami,” katanya.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com