Sindo Batam

Beras Impor Sudah Beredar Karimun

  • Reporter:
  • Rabu, 31 Mei 2017 | 13:00
  • Dibaca : 67 kali
Beras Impor Sudah Beredar Karimun
Bupati Karimun Aunur Rafiq meninjau gudang distributor beras di Sungai Lakam Kecamatan Karimun, Senin (15/5). ABDUL GANI

KARIMUN – Beras impor dari negara tetangga sudah tersedia di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Karimun. Beras-beras itu dimasukkan distributor melalui Malaysia dan Singapura.

“Pemerintah pusat sudah memberikan izin impor beras untuk Karimun,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian Perdagangan dan ESDM Karimun M Yosli melalui Kabid Perdagangan M Fadlah di kantornya, Selasa (30/5).

Fadlah mengatakan, dengan keluarnya izin impor dari pemerintah pusat, stok beras di Karimun dipastikan akan aman hingga Hari Raya Idul Fitri nanti. Ia pun menjamin harga beras di daerah ini akan stabil mengingat pasokan beras tercukupi.

“Soal teknis izinnya, Kanwil DJBC Khusus Kepri yang lebih paham. Kami hanya pelaksana di lapangan,” kata dia.

Menurut Fadlah, beras impor yang telah dibeli dari negara-negara tetangga itu saat ini sudah disebar ke pasar. Kini masyarakat Karimun punya pilihan lebih banyak untuk membeli beras. Selain beras impor, beras dari Pulau Jawa juga ada yang masuk ke Karimun.

“Beras-beras lokal tetap masuk, didatangkan dari Jakarta oleh distributor,” katanya.

Krisis Beras
Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq sempat ketar-ketir lantraan Karimun dihantui krisis beras. Jelang Ramadan lalu, dari 2.900 ton beras yang dibutuhkan untuk satu bulan, stok yang ada hanya 700 ton. Ia pun mengumpulkan sekitar 20 distributor bahan pokok di Karimun, di rumah dinasnya, Senin (25/5). Setelah menggelar rapat tertutup, ia langsung meninjau sejumlah gudang bahan pokok.

“Yang rawan dalam sebulan ini adalah beras dan gula. Karimun masih kekurangan beras sekitar 2.000 ton,” katanya saat meninjau gudang beras milik Ahi di Jalan Raja Usman, di depan Bank Riau Kepri.

Aunur Rafiq semakin gusar saat mengetahui stok beras di gudang Bulog hanya ada 400 ton, berupa beras sejahtera (rastra) atau beras untuk keluarga prasejahtera. Sedangkan stok beras premium, kosong. Ia pun memerintahkan Asisten II Kabupaten Karimun Sensisiana untuk menyurati Bulog Batam agar segera mengirimkan stok beras ke Bulog Karimun.

Di gudang beras milik Ahi, terdapat stok beras sekitar 200 ton, untuk jenis premium dan medium. menurut Rafiq, stok tersebut hanya cukup sampai tiga hari. Adapun distributor lain, rata-rata masih menunggu proses pengiriman beras dari Jakarta.

Harga beras di Karimun saat ini, jenis premium Rp9.000 per kilogram dengan harga pasaran Rp10.000/kg. Beras medium Cap Ketupat Rp12.200/kg dan harga pasaran Rp13.000-Rp14.000/kg.

Rafiq menegaskan kepada para distributor agar tidak menimbun dan memainkan harga beras. Sanksi tegas bakal menimpa para penimbun beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Jangan sampai terjadi. Akan saya tindak tegas. Izinnya bisa dicabut,” katanya.

Agar Karimun tidak krisis beras, sejumlah pihak menyarankan agar daerah ini mengimpor beras dari negara tetangga. Pengajuan impor ke pemerintah pusat bisa melalui Gubernur Kepri.

“Kalau Bupati sudah menyurati ke Gubernur Kepri, maka Pak Gubernur akan menindaklanjutinya. Itu akan menjadi dasar kita untuk membahas di tingkat pemerintah pusat,” kata Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen Bea Cukai (BC) Khusus Kepri R Evy Suhartantyo,

Evy mengatakan, BC tidak menutup mata terhadap kurangnya pasokan beras lokal di Karimun, dan Kepri secara umum setiap bulannya. Data BC Kepri, kebutuhan beras Karimun dalam satu bulan dipasok oleh empat kapal berkapasitas masing-masing 15 ton.

“Pasokan 60 ton tersebut hanya cukup untuk kebutuhan sepertiga masyarakat Karimun,” katanya.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com