SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Berburu Takjil di Pasar Ramadan Tanjunguma

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Mei 2017 | 13:33
  • Dibaca : 204 kali
Berburu Takjil di Pasar Ramadan Tanjunguma
Warga berburu takjil di Pasar Ramadan Tanjunguma. Foto Teguh Prihatna.

LUBUKBAJA – Pasar Ramadan Tanjunguma menjadi pasar yang paling banyak dikunjungi warga saat bulan puasa. Pasar ini juga metapakan bazar Ramadan tertua di Batam dan sudah ada sejak tahun 1990-an.

Para pengunjung yang datang tak perlu khawatir mencari menu berbuka puasa, sebab selain lengkap harga di Pasar Ramadan Tanjunguma ini juga sangat terjangkau bagi kantong warga.

Makanan untuk berbuka atau takjil seperti kue-kue khas Melayu hingga lauk dan sayuran untuk santap berbuka puasa tersedia di sini. Namun yang paling khas di pasar ini adalah kue khas Melayu dan makanan laut (seafood) yang merupakan ciri khas Batam.

Makanan tradisional Melayu yang paling diminati adalah kue Bingka, Tepung Gomak, Epok-epok, Lakse, Roti Kirai dan Otak-otak. Tak ketinggalan menu makanan laut, seperti ikan bakar, sotong bakar, udang bakar, kepiting, kerang dan paling special gong-gong, yakni sejenis kerang yang hanya ada di Kepri.

Salah seorang pedagang, Iman mengatakan, pembeli ramai datang karena harganya sangat terjangkau. Kue di pasar ini dijual dengan harga seharga Rp1.000 per biji dan untuk lauk dijual berdasarkan besar dan jenisnya. “Ikan bakar dan makanan lautnya dijual sesuai ukuran dan jenisnya, untuk ikan bakar mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp35 ribu per ekor,” ujarnya, Senin (29/5).

Pedagang kue, Ani yang sudah lebih dari 15 tahun berjualan di Pasar Ramadan Tanjunguma mengaku kewalahan melayani pengunjung yang datang setiap hari, belum lagi pesanan dari instansi pemerintah dan perusahaan yang menggelar buka puasa bersama. “Semua jenis kue Rp1.000 per biji, meski harganya murah namun rasanya tak murahan. biasanya semua sudah habis sebelum azan Maghrib,” kata Ani.

Selain berburu menu puasa, Pasar Ramadan Tanjunguma ini sekaligus tempat ngabuburit bagi sejumlah warga, sebab kawasan ini berada di tepi laut yang langsung berhadapan dengan negeri seberang Singapura. “Selain cari makanan buka puasa, sekalian jalan-jalan menunggu waktu berbuka,” kata Fahrul, warga Nagoya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com