Sindo Batam

Bhayangkara Samator Semakin Tak Terbendung

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Mei 2017 | 14:04
  • Dibaca : 156 kali
Bhayangkara Samator Semakin Tak Terbendung
Bhayangkara Samator vs Srilanka. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM – Langkah Tim Polda Kepri Samator tak terbendung di babak penyisihan Grup A turnamen voli KORAN SINDO BATAM Open 2017. Setelah mengalahkan Sri Lanka, Ayip Rizal dkk kembali menang mudah ats Bright Batam Tectona di Sporthall Temenggung Abdul Jamal tadi malam.

Samator menang dengan skor 3-0 (25-19, 25-16, 25-20). Tim ini nyaris menurunkan sebagian pemain yang tampil di Proliga 2017. Ayip Rizal yang tahun ini baru saja kembali ke Samator, lagi-lagi jadi penentu.

Di kursi pelatih, Polda Kepri Samator membawa Novi Effendi, pelatih pengalaman yang sudah hilir mudik di Samator. Selain mengisi pelatih tim junior Samator, sebelumnya Novi juga mengasuh tim U-19 Surabaya.

Usai laga, Novi mencoba melihat kekalahan lawannya dari sudut lain. Baginya, Batec bisa mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari laga tersebut. Dia berharap tim voli di Batam bisa maju.

“Kami menunjukkan bagaimana kami bermain. Semoga bisa jadi pengalaman berharga bagi Batec,” ungkap Novi.

Pelatih Bright Batec Julius Ferdinand menyebut timnya sudah tampil habis-habisan di hadapan juara Proliga lima kali itu. “Sudah maksimal,” kata Julius.

Julius menyadari Samator adalah lawan berat. Tapi setidaknya, anak asuhnya tetap bermain dengan semangat tinggi. Julius patut berbangga karena jika melihat papan skor sepanjang tiga set tidak menunjukkan selisih yang jauh. Batec terbilang mampu meladeni tim sekelas Samator.

Catatan lain tentu faktor kelelahan. Batec di hari yang sama baru bertanding melawan Sri Langka yang berakhir kemenangan bagi tim asal Batam itu. “Lawan Samator menguras tenaga. Tapi kami puas hari ini,” sambung Julius.

Sepanjang laga tadi malam, Batec sudah tampil bagus karena mampu menahan gempuran tim sekelas Samator. Segala faktor di lapangan mulai skill, kekompakan dan pengalaman pada akhirnya jadi pembeda. Tapi Batec tampil dengan sepenuh hati dan semangat juang tinggi. Semangat yang membuat Samator harus berjuang lebih keras di setiap set. Set pertama Samator menang 25-19.

Situasi tak jauh beda di set kedua dan ketiga. Batec yang baru mengecap KORAN SINDO BATAM Open, berkali-kali dihujam smes keras. Set kedua Samator menang 25-16. Faktor kelelahan tampak jelas di tim Batec.

Set ketiga, Batec menunjukkan energi dengan mengimbangi gaya main cepat Samator. Meski akhirnya Samator menyudahi laga dengan menang di set ketiga 25-20.

Dari dua laga, Samator tampaknya belum menemukan laga sulit. Tapi mulai hari ini, Samator mestinya mulai merasakan atmosfer persaingan yang sebenarnya. Pada laga ketiga mereka sore hari ini, Samator akan menghadapi lawan yang sesungguhnya, juara bertahan, Singapore VC.

Tapi bagi penggemar voli, tentu membayangkan pertemuan Samator dengan PBV TNI AD. Apalagi kalau bukan pertemuan kedua kapten tim, Febriyanto Endar Pratomo dan Ayip Rizal. Keduanya besar di Samator ketika masih belia. Sempat satu tim pada musim Proliga 2007. Dua tahun kemudian Ayip dinobatkan menjadi pevoli terbaik di Asia Tenggara.

Menariknya, bila kedua pemain ini berhadapan, maka bak mengulang semifinal Proliga 2017. Febriyanto bermain untuk Jakarta BNI Taplus dan Ayip baru tahun ini balik lagi ke Samator. BNI Taplus sukses mengalahkan Samator pada waktu itu sekaligus meruntuhkan hegemoni klub asal Surabaya itu.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com