SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Jungkir Balik+

BNN Kepri Tes Urine Awak Angkutan Lebaran

BNN Kepri Tes Urine Awak Angkutan Lebaran
KM Bukit Raya sandar di Pelabuhan Beton Tarempa, Kabupaten Anambas, beberapa waktu lalu. Kapal ini akan melakukan uji coba sandar di Pelabuhan Serasan, Natuna, Minggu (25/6). JOKO SULISTYO

PINANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri dan Badan Nasional Narkotika (BNN) akan melakukan tes urine kepada seluruh awak angkutan Lebaran baik darat, laut maupun udara. Tes ini untuk mencegah adanya awak angkutan yang mengkonsumsi narkoba dan barang terlarang lainnya.

“Para pemudik harus mendapat pelayanan yang membuat mereka aman dan nyaman. Tes urine ini untuk keselamatan semua,” kata Kepala Dishub Kepri Jamhur Ismail di Tanjungpinang, Rabu (14/6).

Jamhur mengatakan, tes urine tersebut bagian dari Standar Operasional Prosedure (SOP) dalam keselamatan angkutan umum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Di antara moda transportasi yang mendapat perhatian khusus adalah di sektor pelayaran.

Menurut Jamhur, kondisi wilayah Kepri yang didominasi lautan membuat angkutan laut sangat berperan penting bagi masyarakat di daerah ini. Angkutan yang dominan, karena melayani hingga ke pulau-pulau terpencil. Karena itu, butuh pengawasan ekstra, termasuk tentang kesehatan para awak kapal.

Sementara, untuk angkutan darat dan udara, meski tetap menjadi perhatian namun porsinya lebih kecil dibanding lautan. Apalagi, pengecekan awak angkutan udara dalam hal ini pilot dan pramugarinya sudah diatur tegas oleh Kementerian Perhubungan. Untuk awak angkutan darat, jarak tempuh di wilayah Kepri sangat berbeda dengan daerah lain.

“Namun, walau perjalanan darat tak sejauh di daerah lain, kami tetap akan melakukan tes urine kepada para sopir. Apalagi, di Kepri angka kecelakaan lalu lintas lumayan tinggi. Semua ini kan untuk keselamatan bersama,” kata dia.

Tes urine terhadap para awak angkutan akan dilaksanakan tanpa pemberitahuan atau mendadak dan secara acak. Misalnya, hari ini dilakukan di Pelabuhan Sekupang, esoknya bisa melompat ke Pelabuhan Telagapunggur atau tiba-tiba di Tanjungpinang atau di Karimun.

“Tes urine tidak dijadwalkan. Akan dilaksanakan secara acak dan mendadak,” katanya.

Jamhur mengatakan, jika ada awak angkutan yang tidak lolos tes urine, atau diketahui mengkonsumsi narkoba, akan langsung diproses aparat terkait. Dan awak tersebut akan dilarang mengawaki kapal atau tranportasi lainnya.

“Kami berharap seluruh awak dan operator transportasi agar sama-sama menjaga. Harus ada tanggung jawab, memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang. Semua awak angkutan di Kepri harus bebas narkoba,” kata dia.

Gubernur Kepri Nurdin Baserun, lanjut Jamhur, sudah menegaskan, semua lini transportasi di Kepri wajib membuat penumpangnya senang. Gubernur tidak mau dalam pelayanan arus mudik Lebaran atau di hari-hari biasa, terjadi musibah di sektor transportasi Kepri yang disebabkan para awaknya mengkonsumsi narkoba.

Bukit Raya Sandar di Natuna
Dari Natuna, Kepala Dishub Natuna Iskandar Dj mengatakan, KM Bukit Raya akan melakukan uji coba sandar di Pelabuhan Serasan tanggal 25 Juni nanti, sebagai tindak lanjut surat perintah Kemenhub kepada PT Pelni. Pelabuhan Serasan sudah selesai dibangun sejak 2015, namun hingga kini belum difungsikan lantaran ada beberapa fasilitas yang belum terpasang.

“Rambu laut atau penunjuk alur laut menuju Pelabuhan Serasan belum ada. Lalu, ada batu karang besar berada persis dekat pelabuhan. Ini yang menjadi pertinbangan Pelni sebelumnya. Makanya, akan dilakukan uji coba dulu, apakah KM Bukit Raya bisa sandar di pelabuhan ini,” kata Iskandar di kantornya, Rabu (14/6).

Iskandar mengatakan, selama ini masyarakat harus menggunakan kapal pompong ke tengah laut agar bisa naik ke KM Bukit Raya. Kondisi ini sudah berlangsung lama, dan sangat berbahaya.

“Kalau kapal sudah bisa sandar, proses naik turun penumpang menjadi lebih mudah dan aman. Ini sudah lama menjadi harapan masyarakat,” katanya.

Terkait transportasi laut untuk melayani mudik Lebaran tahun ini, Iskandar mengatakan ada 3 tiga kapal perintis yang sudah siap yakni KM Sabuk Nusantara 30, 39 dan 59 dengan kapasitas 250 penumpang. Tiga kapal ini akan melayani rute Pulau Laut, Ranai, Sedanau, Pulau Tiga, Midai, Subi dan Serasan.

“Tiga kapal itu ditambah lagi dengan satu KM Bukit Raya. Jadwal keberangkatan nanti kami umumkan ke masyarakat,” katanya.

Untuk armada udara, maskapai penerbangan Sriwijaya akan menambah jadwal terbang pada hari Jumat dari jadwal biasa Senin, Rabu dan Sabtu. Sedangkan maskapai Wings Air masih pada jadwal normal yakni Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu.

“Harga tiket pesawat sampai sekarang masih normal, di kisaran Rp1,2 juta sampai Rp1,8 juta,” katanya.

sutana/sholeh aryanto

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com