Sindo Batam

DPRD Bintan Stop Penimbunan Lahan LPMP

DPRD Bintan Stop Penimbunan Lahan LPMP
Wakil Ketua DPRD Agus Wibowo (dua kanan) marah-marah kepada salah seorang anggota TNI yang menjaga aktivitas penimbunan lahan LPMP Kepri, di Ceruk Ijuk, Toapaya, Rabu (7/6).m rofik

TOAPAYA – Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo marah-marah dan menghentikan aktivitas penimbunan lahan di area perkantoran Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri yang dilaksanakan CV Graha Mitra Buana, di Ceruk Ijuk Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Rabu (7/6).

Politisi Demokrat Bintan itu geram karena tanah merah yang dipakai pihak ketiga untuk menimbun lahan tersebut, dicuri dari lahan yang diklaim masih milik Pemkab Bintan, persis di belakang Kampus STAI SAR Kepri di Ceruk Ijuk.

Agus marah karena pihak swasta yang sedang mengerjakan proyek pemerintah di area perkantoran LPMP itu tidak mengurus izin kepada Pemda dalam hal ini Kecamatan Toapaya Asri maupun pihak Kelurahan Toapaya Asri.

“Soal lahan untuk STAI SAR ini kami belum menyetujui, masih dalam pembahasan. Lahan ini masih milik Pemda,” ujar Agus ketika pihak pekerja yang menunjukkan Surat Bupati Bintan yang masih ditandatangani Ansar Ahmad, bupati waktu itu.

Dia pun meminta agar aktivitas tersebut segera dihentikan, karena dianggap tanah galian C yang digunakan untuk menimbun dicuri dari aset milik Pemda Bintan. Ia mendesak pihak Satpol PP menyegel seluruh lokasi lahan milik Pemda Bintan yang tanahnya dikeruk untuk ditimbun.

Kekesalan juga terlihat dari wajah Lurah Toapaya Asri Arief Sumarsono. Menurut dia, pihaknya sudah dua kali memberikan teguran secara persuasif namun tak pernah digubris oleh pihak ketiga yang mengerjakan tersebut.

“Kami sudah menegur secara persuasif. Katanya mau datang ke kantor camat membicarakan ini, tapi apa. Macam tidak dihargai kami aparat pemerintahan setempat ini,” tutur Arief kesal.

Penanggung jawab proyek CV Graha Mitra Buana, Ridwan berujar kalau pihaknya hanya membantu pihak STAI SAR Kepri yang menginginkan supaya bukit di area kampusnya dikeruk. “Kami hanya membantu, berhubung dekat ya kami kerjakan,” ujar Ridwan berdalih.

Dia sendiri tidak pernah mengetahui kalau lahan yang tanahnya diambil itu merupakan aset Pemda Bintan. Sebab, pihaknya tidak pernah menanyakan mengenai status lahan yang berada di area kampus STAI SAR Kepri itu.

“Saya tidak ngerti ini lahan berizin atau tidak. Kami hanya membantu karena mereka (STAI SAR) yang meminta tolong untuk mengerul tanahnya ini,” katanya.

Pantauan di lapangan, belasan dumptruck yang sebelumnya lalu lalang beroperasi mengangkut tanah merah dari belakang Kampus STAI SAR Kepri ke area kantor LPMP yang berjarak hanya sekitar 200 meter itu langsung terhenti, usai Agus Wibowo marah-marah.

Seluruh aktivitas penimbunan untuk sementara waktu dihentikan. Pihak pemerintah mendorong supaya pihak swasta yang sedang mengerjakan penimbunan menyelesaikan perizinannya terlebih dahulu.

Sebelumnya, aktivitas penimbunan sempat dihentikan, sewaktu Lurah Toapaya datang. Namun dilanjutkan kembali setelah Lurah pergi.

m rofik/novel m sinaga

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com