SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

DPRD Kepri Dukung Penggunaan Pertalite

DPRD Kepri Dukung Penggunaan Pertalite
ilustrasi

SINDOBATAM – Komisi II DPRD Provinsi Kepri mendukung pengalihan konsumsi Premium ke Pertalite. Alasannya, pengalihan ini merupakan program Pemerintah dan Pertamina yang pasti mempertimbangkan kepentingan lebih luas.

“Masyarakat Kepri siap mendukung program tersebut, karena semua untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Anggota Komisi II DPRD Kepri dari Fraksi Hanura Rudy Chua, Senin (29/5/2017).

Menurut dia, pengalihan dari Premium ke Pertalite harus mendapat apresiasi dan dukungan. Apalagi dibanding Premium, Pertalite memiliki kualitas lebih baik bagi kendaraan. Selain itu, tak kalah penting, Pertalite juga lebih bersih ketimbang Premium karena memiliki RON di atas 88.

Meski begitu, Rudy meminta Pertamina bersikap terbuka dan transparan dalam menerapkan kebijakan ini. Termasuk di antaranya mempersiapkan infrastruktur, termasuk menambah SPBU yang menjual Pertalite.

Penambahan tersebut, menurut Rudy mempermudah masyarakat ketika membeli Pertalite, karena saat ini belum semua SPBU di Kepri menyediakan Pertalite.
“Ini perlu menjadi perhatian Pertamina,” ujarnya.

Hal lain yang harus dipertimbangkan, adalah momentum pengalihan itu sendiri. Akan lebih baik jika Pertamina tidak tergesa-gesa melakukan pengalihan.
Terlebih, saat ini bertepatan dengan Ramadan dan menjelang tahun ajaran baru, yang tentu membuat kebutuhan masyarakat ikut meningkat.

“Saya minta Pertamina memperhatikan momen-momen seperti ini,” katanya.

Tidak hanya DPRD Kepri. Dukungan terhadap Pertalite juga datang dari DPRD Batam. Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Batam dari Fraksi Golkar Hendra Asman mengatakan, peralihan konsumsi dari Premium ke Pertalite sudah menjadi kebutuhan. Konsumsi Premium, biasanya diperuntukan sepeda motor dan mobil yang usianya sudah tua.

Sedangkan untuk mobil dan sepeda motor yang diproduksi di atas 2005, serta kendaraan milik pemerintah maupun Pemerintah Daerah, mengkonsumsi Pertalite.

Peralihan dari Premium ke Pertalite tersebut, secara ekonomis juga menguntungkan. Sebab, dengan kualitas jauh lebih tinggi, selisih harga antara Premium dan Pertalite tidak terpaut jauh.

Itu sebabnya, kata Hendra, pemilik mobil maupun sepeda motor yang tahun produksinya masih muda, tidak mau menanggung risiko dengan menggunakan Premium.

“Kalau menggunakan Premium, mesin kendaraannya bisa terbakar atau jebol. Karena, kendaraan yang usianya masih muda memang diproduksi atau didesain untuk menggunakan Pertalite,” katanya.

Warga juga menyambut gembira keberadaan Pertalite. Johansyah, warga Bintan mengaku awalnya dia terpaksa membeli Pertalite karena ketersediaan Premium habis. Tetapi setelah mempergunakan, Johansyah justru merasa Pertalite jauh lebih hemat dibanding Premium.

“Kalau pakai Premium, isi dua puluh ribu biasanya untuk empat hari. Ini pakai Pertalite, lima hari baru ngisi lagi,” katanya.

Pertalite, menurut dia, juga membuat tarikan sepeda motornya lebih enteng. Jauh berbeda dibandingkan ketika menggunakan Premium. “Tahu begitu, saya pakai Pertalite dari dulu,” kata Johansyah.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com