SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua Bupati Tak Sabar Menunggu Penerapan KEK

Dua Bupati Tak Sabar Menunggu Penerapan KEK
Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq dan bos Panbil Grup Johanes Kennedy meninjau lokasi rencana pembangunan terminal feri terpadu di Karimun, Kamis (15/6). ABDUL GHANI

BATAM – Bupati Bintan dan Karimun menyambut baik penetapan Galang Batang dan Pulau Asam sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Mereka mengaku sudah melengkapi semua persyaratan dan tinggal menunggu surat resmi. Sementara Badan Pengusahaan Batam belum tahu pasti alasan khusus dipilihnya Nongsa sebagai KEK.

Deputi IV Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purba Robert M Sianipar mengaku belum mengetahui kepastian Nongsa menjadi salah satu KEK. Menurutnya, Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Darmin Nasution memiliki pertimbangan khusus dalam menetapkan suatu wilayah sebagai KEK.

Sebab di KEK tidak hanya bebas sejumlah pajak, investor juga akan mendapatkan insentif fiskal berupa tax allowance berupa pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan antara 20-100 persen. Syaratnya, modal yang ditanamkan minimal Rp1 triliun.

“Tim dari Kemenko Perekonomian sudah survei ke Batam, Rempang, dan Galang. Tapi kami belum mendapatkan informasi resmi (terkait Nongsa jadi KEK),” ujarnya, Kamis (15/6).

Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono menambahkan, pihaknya masih mencari informasi terkait dipilihnya Nongsa sebagai KEK ke Kemenko Perekonomian di Jakarta.

“Kami bicara berdasarkan fakta peraturannya, bukan berandai-andai,” kata Andi.

Sebelumnya, pemerintah tengah memfinalisasi penambahan tujuh KEK baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya industri di luar Pulau Jawa. Dari tujuh KEK itu, tiga di antaranya ada di Kepri, yaitu KEK Nongsa di Batam, Pulau Asam Karimun, dan Galang Batang di Bintan.

Empat KEK lainnya adalah Kuala Tanjung (Sumatera Utara), Merauke (Papua), Melolo (Nusa Tenggara Timur), dan Pulau Bangka (Bangka Belitung). Penetapan ketujuh KEK tersebut rencananya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).

Sementara Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan, persyaratan terbentuknya KEK Galang Batang di Kecamatan Gunung Kijang sudah lengkap. Dia mengaku mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bintan yang sudah menyaksikan peta peruntukan KEK Galang Batang.

“KEK Galang Batang tinggal penetapan saja. Pak Kadis DPMPPTSP Naker sudah melihat petanya,” katanya.

Menurut Apri, pengajuan KEK Galang Batang seluas 2.590 hektare diusulkan oleh pengelola PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). PT BAI sudah melengkapi seluruh persyaratan, di antaranya berkas-berkas nota kesepahaman DPRD Bintan dan Bupati Bintan, izin lokasi usulan KEK, izin reklamasi, Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) tentang Percepatan Penerbitan Izin Lokasi, serta Keputusan Menteri Perhubungan untuk percepatan Penerbitan Izin Reklamasi.

Kepala DPMPTSP Naker Bintan, Hasfarizal Handra menambahkan, pembentukan dan penetapan KEK Galang Batang diyakini menjadi salah satu solusi pembangunan investasi Bintan ke depan.

“Semoga bisa membangkitkan semangat investasi, karena kondisi saat ini stagnan,” ujarnya.

Hasfarizal berharap pemerintah pusat segera menetapkan KEK Galang Batang. Karena hal itu dapat menyerap ribuan tenaga kerja yang saat ini kebutuhannya sangat tinggi. Hal ini akibat lesunya order sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Selain mengharapkan KIB Lobam, KEK Galang Batang juga bisa menjadi solusi baru bagi pembangunan Bintan,” katanya.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq juga mengaku usulan KEK untuk Pulau Asam sudah lengkap. Selanjutnya tinggal di Provinsi Kepri untuk meneruskan ke pemerintah pusat.

“Dulu kami melihat bahwa awalnya ini adalah KEK yang dibangun oleh swasta. Tapi dalam perjalanan yang mengusulkan adalah Pemprov. Kewenangan dari kabupaten sudah saya lakukan untuk mendukung gubernur mengajukan ke Menko Perekonomian,” katanya.

Rafiq memaparkan, kewenangan Pemkab Karimun yang sudah dilengkapi antara lain rekomendasi serta berbagai persetujuan termasuk MoU antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Informasi dari provinsi bahwa mereka sudah melengkapinya. Segala kelengkapan mengenai kawasan dan status hutan sudah mereka ajukan ke Menko Perekonomian,” katanya.

Menurut Rafiq, dirinya belum mendapatkan informasi resmi terkait akan ditetapkannya Pulau Asam sebagai KEK. Meski demikan, sudah ada perusahaan yang ingin berinvestasi di Pulau Asam.

“Mereka sudah siap akan melakukan reklamasi, pembangunan, dan pembebasan lahan secara keseluruhan. Bahkan alat berat mereka pun sudah standby. Tinggal izin dari pusat yang belum turun,” terangnya.

Sedangkan soal infrastruktur di Pulau Asam, lanjut Rafiq, pemerintah akan menggandeng swasta untuk melengkapinya. Dia memastikan akan ada tiga perusahaan yang berinvestasi di pulau seluas 200 hektare itu, dua bidang penampungan minyak dan satu di bidang refinery atau kilang. Ketiga perusahaan itu adalah anak perusahaan Panbil Group, satu perusahaan Singapura yakni Karimun Storage Terminal, dan satu lagi Batam Poperta.

Rencananya, pulau tersebut akan direklamasi terlebih dahulu, sehingga total luasnya menjadi 400 hektare. Selain Pulau Asam, masih ada delapan pulau lainnya yang diusulkan sebagai KEK. Namun, hanya dua pulau yang dinilai memenuhi syarat, yakni Pulau Asam dan Pulau Durian Kecil.

“Untuk Pulau Durian Kecil belum diurus, karena memang perusahaan yang sudah pasti berinvestasi belum selesai melakukan pembebasan lahan, tapi masih dalam proses. Perusahaan yang akan berdiri itu dari Jakarta, grupnya Bukaka. Mereka bergerak di bidang refinery,” jelasnya.

Rafiq menjelaskan, ada sejumlah keuntungan yang didapat pemerintah daerah jika usulan KEK disetujui. Yakni soal lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi, dan sektor lainnya seperti munculnya perumahan, ruko, dan berbagai jenis properti.

iwan sahputra/m rofik/abdul gani

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com