Sindo Batam

Empat Pevoli Batec Diboyong PPLP Bogor

  • Reporter:
  • Jumat, 16 Juni 2017 | 14:47
  • Dibaca : 97 kali
Empat Pevoli Batec Diboyong PPLP Bogor
ilustrasi

BATAM – Empat pevoli remaja binaan Batam Tectona bakal direkrut tim PPLP Daerah Bogor. Tim yang sama bakal menjajal tim putri Batec di GOR Raja Jakfar Tiban, akhir pekan ini.

Tim putri Bogor itu memilih tim Batec karena diperhitungkan sebagai salah satu klub tangguh dan tempat lahirnya talenta pevoli berbakat. Pertemuan ini tak lepas dari hasil pemantauan pemain dari tim voli Bank BJB ketika turun di KORAN SINDO BATAM Open 2017.

“Bank BJB ternyata memantau pemain junior kami saat KORAN SINDO BATAM Open. Mereka meminta beberapa pemain kami bergabung dengan tim Jawa Barat,” ungkap salah satu pelatih Batec, Riyanto, kemarin.

Selain di ajang itu, pevoli Batec menuai pujian ketika ikut turun di ajang Piala Gubernur Jawa Barat-Bahana Pakuan Open. Pemain Batec diboyong Bandung Elektrik. Usai kejuaraan, tim Bogor berminat dengan bakat empat pemain Batec untuk didaftarkan dalam PPLP mereka.

Adapun empat pevoli putri itu yakni Shofia Adha Zamzami, Priliyanti Dharma Putri, Michelle Evroline Wattimena dan Dinda Izzatul Aska. Bila direkrut, keempat pemain ini tidak hanya mendapat pembinaan penuh dari PPLP Bogor, tapi juga disiapkan tampil di kejuaraan kompetitif mulai dari Popda dan Porprov Jawa Barat. Yang paling dekat adalah kejuaraan Porda XIII 2018 di Bogor.

Namun, sebelum direkrut, tim PPLPD Bogor akan menjajal lebih dulu tim Batec lewat laga persahabatan, Jumat dan Sabtu (16-17/6) di GOR Raja Jakfar Tiban.

“Tim Bogor tiba di Batam hari ini dan bertanding dua hari. Pertandingan setelah salat taraweh,” ungkap Riyanto.

Batec bangga banyaknya tim dan klub daerah lain yang berminat merekrut pevoli Kepri sekaligus membuktikkan prestasi Kepri di cabang olahraga meski pembinaan belum merata. Tantangan lain juga paradigma orang tua calon atlet yang tidak yakin dengan masa depan profesi atlet.

“Banyak anak-anak kita yang memiliki bakat, tapi orang tua sering menganggap bahwa olahraga tidak menjamin masa depan,” ujar Riyanto.

Lanjut Riyanto, seharusnya orang tua menghilangkan pikiran bahwa olahraga tidak menjamin masa depan, karena banyak peluang yang bisa didapat atlet dengan mengikuti olahraga.

“Lihat saja pemain terbaik Indonesia, Ayip Rizal. Ayip sekarang menjadi anggota kepolisian dari voli. Ada masa depan yang cerah dari olahraga,” ungkapnya.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com