Sindo Batam

Kakek Pengganda Uang Raup Belasan Juta Rupiah

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Juni 2017 | 14:06
  • Dibaca : 81 kali
Kakek Pengganda Uang Raup Belasan Juta Rupiah
Kakek Pengganda Uang Raup Belasan Juta Rupiah. Foto Aini Lestari

BATAM KOTA – Andi, kakek berusia 55 tahun terpaksa disidang, Kamis (8/6). Dengan wajah memelas, ia mendengarkan keterangan saksi yang telah berhasil ditipunya hingga belasan juta rupiah.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Iman Budi beragendakan keterangan saksi. Saksi Budi Candra, sebagai korban dihadirkan ke persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmalina Sembiring.

Budi mengaku, kejadian penipuan dengan modus penggandaan uang ini bermula ketika ia melihat Andi mempraktikkan adegan penggandaan uang yang menggunakan kertas minyak. Kertas minyak yang dilipatnya kecil-kecil seketika berubah menjadi uang.

“Saya pikir dia pakai ilmu. Karena waktu di rumah saya itu, dia baca-baca seperti mantra gitu. Saya tidak ngerti juga,” kata saksi.

Persidangan ini sempat mengundang gelak tawa majelis hakim dan juga pengunjung sidang. Ketua majelis hakim Iman Budi sempat dibuat heran karena saksi masih mempercayai perihal modus penggandaan uang. “Jangan mudah percaya dengan yang beginian. Investasi kongregasi saja banyak yang menipu, apalagi yang seperti ini,” kata Iman.

Saksi yang selama persidangan tampak emosi. Berulang kali ia mengeluarkan suara seperti mengeram sembari tangan mengepal, menahan luapan emosi. Bahkan, untuk menghindari timbulnya keributan, ia dibawa keluar ruang sidang.

Sementara itu, terdakwa yang diperiksa usai saksi mengaku, dirinya hanya menggunakan trik sulap saat menipu korbannya. Ia menggunakan kertas minyak sebagai media untuk menipu korban. Hingga akhirnya, ia berhasil mendapatkan uang sebesar Rp5 juta dan 900 dolar Singapura.

“Untuk foya-foya saja, Pak. Beli makan, sana sini. Untuk setahun juga. Kan waktu itu bulan puasa juga,” kata terdakwa.

Di persidangan, ia juga diminta mempraktikkan cara melipat kertas-kertas minyak dan uang yang dijadikan sebagai media untuk menipu korban. Uang senilai Rp2000 yang digunakan dalam praktek tersebut dilipat terdakwa hingga berukuran kecil dan sangat mudah diselipkan ke jari tangan.

Terdakwa yang sudah cukup tua terancam mendekam di penjara dalam waktu yang lama. Pasalnya, ia dikenakan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com