Sindo Batam

Kepri Hebat Jika Semua Bergerak Cepat

  • Reporter:
  • Jumat, 16 Juni 2017 | 13:46
  • Dibaca : 49 kali
Kepri Hebat Jika Semua Bergerak Cepat
Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq dan bos Panbil Grup Johanes Kennedy meninjau lokasi rencana pembangunan terminal feri terpadu di Karimun, Kamis (15/6). ABDUL GHANI

KARIMUN – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan Pemprov Kepri akan mendukung penuh terobosan dan investasi baru yang menggerakkan ekonomi daerah. Seluruh kabupaten dan kota harus didorong dah diupayakan ada terobosan dan investasi-investasi baru.

“Kalau tidak bergerak cepat dan kongkrit, kita semakin tertinggal. Kalau semua jalan cepat, Kepri akan semakin hebat,” kata Nurdin usai meninjau dan menghadiri pertemuan tentang proyek Wajah Baru Karimun, di Rumah Dinas Bupati, Tanjungbalai Karimun, Kamis (15/6).

Wajah Baru Karimun akan dikembangkan oleh Panbil Grup, sebuah usaha di bawah pimpinan Johanes Kennedy. Mereka segera memulai proyek reklamasi, untuk pembangunan terminal feri terpadu. Bukan hanyua terminal feri yang disiapkan, di lokasi tersebut juga akan dibangun water boom, dan thame park. Di terminalnya langsung tersedia mall, hotel, dan tempat makan seafood dan banyak lagi. Seluruh rancangannya sedang difinalisasi dua perusahaan kelas dunia, Aecom dan Royal Haskonin.

Pada peninjauan lapangan itu, tampak serta Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bos Panbil Grup Johanes Kennedy, KSOP Karimun, Perwakilan PT Timah, perwakilan Royal Haskonin, perwakilan Aecom, dan BUP Karimun, PLN Karimun pihak terkait lainnya.

Wajah Baru Karimun ini akan dibangun sepanjang 6,5 kilometer. Nurdin ingin pembangunan Wajah Baru Karimun ini jangan tanggung-tanggung. ia minta manfaat jangka panjangnya juga ikut diskenariokan.

“Kalau infrastruktur bagus, yang lain-lain akan mengikuti,” kata Nurdin.

Dalam tinjauan di lapangan tersebut, Nurdin juga menyarankan untuk dibangun break water. Karena kalau musim utara, gelombang kuat. Ia pun mengajak semua pemangku kepentingan harus satu suara, dan mendukung aktivitas-aktivitas yang menggerakkan dan memicu ekonomi. Untuk jajarannya di Pemprov Kepri, ia menginstruksikan agar jangan mempersulit urusan.

“Kami mendukung biar bergerak cepat. Seperti pantun, ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus,” katanya.

Nurdin mengatakan, Panbil Group yang sudah menyediakan segala macam tim teknis untuk menggarap proyek ini.

“Dulu ekonomi Kepri ditopang oleh Batam, begitu Batam dipukul badai semua ikut habis. Jadi kalau ada investasi yang tidak jadi, saya seperti orang yang punya saham, takut tidak jadi. Padahal satu peser pun saya tidak punya saham terhadap investor manapun,” kata dia.

Ketika Karimun mulai bakal memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Nurdin mengaku sangat gembira.

Bupati Aunur Rafiq pun berharap demikian. Karena hal ini akan mempercepat progres pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di daerah. Ia yakin, dengan dukungan Gubernur Nurdin, akan membuat proses pembangunan semakin cepat dengan hasil yang baik.

Menurut Rafiq, dari sisi kemasyarakatan, mereka memberikan respon yang positif. Apalagi dalam rancangan yang dilihatnya, masyarakat nelayan tidak terpinggirkan. Demikian juga harapannya terhadap serapan tenaga kerja. Kegiatan penyiapan lahan juga positif, karena sudah dilakukan oleh Panbil Group melalui perusahaan Jaya Anuria.

“Ada beberapa keinginan masyarakat yang perlu saya sampaikan kepada konsultan. Pertama, nelayan tidak boleh terpinggirkan, ada fasilitas yang harus kita buat yaitu kanal untuk masuknya kapal-kapal nelayan sehingga mereka bisa melaut. Soal tenaga kerja, kami berharap anak-anak lokal diutamakan,” katanya.

Ikon Baru Karimun
Johanes Kennedy menyebutkan, investasi sebesar Rp 1 triliun ini akan memberi ekses positif bagi masyarakat Karimun dan Kepri secara umum. Kawasan ini akan menjadi ikon baru untuk Karimun, termasuk sektor kepariwisataannya.

Ia mengaku memboyong tim konsultan dan beberapa tim khusus termasuk tim reklamasi ke Karimun. Tim ini sudah diperkenalkan kepada Gubernur Nurdin dan Bupati Aunur Rafiq serta para pejabat Kepri dan Karimun.

Jon menegaskan, dalam proyek ini, pihaknya akan diperkuat dengan para ahli di bidang teknik sipil, arsitektur dan lainnya di bidang infrastruktur untuk bekerja di lapangan. Para ahli ini akan menyusun konsep pemenuhan kebutuhan listrik, air, dan pengelolaan limbah.

Panbil Gruup membawa tim reklamasi bergabung dengan tim asal Singapura dan Jakarta yakni PT Royal. Perusahaan ini sudah biasa melakukan kerja-kerja reklamasi, termasuk bekerja sama dengan PT Pelindo.

“Kami memastikan tim yang ikut adalah mereka yang paling berkompeten di bidangnya. Tujuannya jelas, agar kita tidak salah melaksanakan pembangunan di sini,” katanya.

Jon mengatakan, terminal terpadu ini nantinya tidak hanya diisi kapal yang melayani domestik tapi juga internasional. Bahkan mampu menampung kapal-kapal Pelni.

“Kalau di KEK Pulau Asam itu untuk industri, maka kami sudah membangun pembicaraan tentang KEK khusus pariwisata,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu beberapa izin lainnya dari Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri. Peluncuran proyek ini akan dilakukan segera, setelah tim selesai mengambil data.

Terkait nama dari Wajah Baru Karimun ini, Jon menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Ia menegaskan, pembangunan ini nanti tidak hanya akan dirasakan pemerintah dan masyarakat Karimun, namun juga dari daerah lain.

“Kami menyasar juga masyarakat di pulau lain seperti pulau-pulau sekitar Karimun termasuk Bengkalis, dan Pelalawan. Kami ingin semuanya bisa menikmati,” katanya.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com