Sindo Batam

KLM Surya Mentari Tenggelam di Laut Dabo

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Mei 2017 | 13:12
  • Dibaca : 91 kali
KLM Surya Mentari Tenggelam di Laut Dabo
ilustrasi

PINANG – Kapal Layar Motor (KLM) Surya Mentari II dilaporkan tenggelam di perairan Dabo Singkep, Lingga. Diperkirakan, kapal kargo bermuatan minuman kaleng itu tenggelam setelah dihempas gelombang tinggi, Kamis (25/5) hingga Minggu (28/5).

Danlantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno yang menerima informasi tersebut langsung memerintahkan para jajaran Lanal-Lanal terdekat untuk melakukan bantuan SAR.

“Laksanakan skala prioritas pertolongan terhadap nyawa awak kapal,” katanya dalam rilis yang diterima KORAN SINDO BATAM, Senin (29/5).

KLM Surya Mentari II bertonage 111 GT berbendera Indonesia dengan nakhoda Mangandro, membawa muatan 25 ribu kotak minuman ringan (minuman kaleng), dengan anak buah kapal (ABK) 8 orang. Informasi yang diterima, kapal ini berlayar dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Rabu (24/5) pukul 23.00. Kapal hendak menuju Pangkal Balam Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelumnya, KLM Surya Mentari II sempat di periksa oleh KRI Halasan – 630, Kamis (25/5) pukul 09.00 di perairan Dabo Singkep. Karena dokumen kapal lengkap, kapal diperbolehkan melanjutkan pelayaran. Seharusnya, sesuai waktu pelayaran, KLM Surya sudah tiba di Pangkal Balam, Sabtu (27/5).

Pemilik kapal Ahau mengaku tidak bisa komunikasi dengan para awak kapal. Ia kemudian meminta bantuan nakhoda KM Jaya Abadi, milik CV Sanjaya Fishery yang akan berlayar ke Moro, Sabtu (27/5) untuk memantau keberadaan KLM Surya. Hal itu dikarenakan jalur pelayaran KM Jaya Abadi sama dengan KLM Surya.

KM Jaya Abadi kemudian menemukan kejanggalan di jalur perairan Pulau Saya, Dabo Singkep, Minggu (28/5). Di trek pelayaran banyak minuman kaleng terapung. Nakhoda kemudian melaporkan hal itu kepada Ahau. Informasi itu ditersukan Ahau ke Posal Pos Angkatan Laut Pangkal Balam.

Selanjutnya, Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Kristianto yang menerima informasi langsung berkoordinasi dan memerintahkan jajaran Posal di wilayahnya menghimpun informasi-informasi dari nelayan di sekitar TKP. Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung, menggunakan Patkamla Kuala Gaung bersama pihak kepolisian.

“Namun proses SAR terkendala cuaca buruk, di sekitar Dabo Singkep angin kencang dan berombak,” kata Eko.

Informasi sementara, korban yang berhasil diselamatkan tim gabungan adalah Tjahyo, Aria, Suhendi Priyatno, Bagus Tri Saputra, Wahid Mutako, dan Darwis. Saat ini mereka berada di Pospolair Sungsang Sumsel. Sedangkan korban yang belum ditemukan adalah Mangandro (nakhoda), dan Firmansyah (koki).

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com