Sindo Batam

KSOP Tanjungpinang Minta Pelabuhan Dompak Diaudit

  • Reporter:
  • Senin, 12 Juni 2017 | 12:41
  • Dibaca : 78 kali
KSOP Tanjungpinang Minta Pelabuhan Dompak Diaudit
Pelabuhan Dompak yang kondisinya semakin tak terawat setelah proyeknya dihentikan tahun lalu.

PINANG – Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang Rajuman Sibarani mengaku sudah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit seluruh pembiyayaan proyek pembangunan Pelabuhan Dompak yang menelan anggaran APBN Rp121 miliar. Audit ini untuk mengantisipasi timbulnya masalah hukum di kemudian hari.

Rajuman mengatakan, sebagai Kepala KSOP Tanjungpinang yang baru dilantik, ia tidak mau menerima pekerjaan yang tidak beres dan harus menanggung akibat bila ada penyimpangan.

“Apabila telah ada laporan audit keuangan dan progres pekerjaan fisik dari BPKP, tentu tidak khawatir. Sampai saat ini, saya belum menerima serah terima berkas dokumen dari pejabat KPA (kuasa pengguna anggaran) dan PPK (pejabat pembuat komitmen) yang lama atas pekerjaan tersebut,” katanya di Tanjungpinang, Minggu (11/6).

Rajuman memastikan, KSOP akan berusaha pembangunan Pelabuhan Dompak dilanjutkan, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kepri. KSOP sudah mengajukan pekerjaan lanjutan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Mudah-mudahan akan dianggarkan di APBN 2018 agar proyek ini tidak mangkrak lagi. Hari Jumat (9/6) lalu, merupakan batas akhir pengajuannya,” kata dia.

Ia berharap, sebelum proyek dilanjutkan, persoalan status lahan dengan pemerintah daerah juga bisa selesai, sehingga tidak menjadi ganjalan pusat dalam mengalokasikan anggarannya.

“Intinya, apabila permasalahan lahan selesai, pasti pusat akan menganggarkan. Selama dua tahun ini tidak dianggarkan, karena belum selesainnya masalah lahan,” ujarnya.

Harus Dijaga dan Diawasi
Terpisah, anggota DPRD Kepri Rudy Chua menyayangkan kondisi Pelabuhan Dompak yang semakin rusak parah. Ia menilai, pemerintah daerah dan KSOP Tanjungpinang sudah lalai, membiarkan proyek tersebut tidak dijaga dan diawasi meski dalam keadaan tidak ada pekerjaan.

“Ya sudah seharusnya dijaga dan dirawat, diawasi agar tidak ada pihak-pihak yang merusak. Pemerintah daerah juga semestinya tidak lepas tangan begitu saja. Walaupun memang, tidak ada tanggung jawab pemerintah daerah karena bangunan tersebut belum dihibahkan dari pusat,” katanya.

Rudy menilai, ada masalah di internal KSOP Tanjungpinang, terutama antara pejabat lama dengan yang baru. Ia berharap masalah tersebut bisa dikesampingkan sehingga Pelabuhan Dompak mendapat perhatian serius karena sudah terlalu lama terbengkalai.

“Sudah terlalu besar uang negara yang masuk ke pelabuhan itu. Kalau hasilnya rusak kan sayang. Saya sangat mendukung dilakukan audit terhadap proyek Pelabuhan Dompak tersebut agar diketahui masalah sebenarnya,” kata dia.

Terkait lahan, lanjut Rudy, Pemprov Kepri telah membebaskan sekitar 80% lahan di Pulau Dompak dari total 998 hektare. Ada sebagian lahan yang belum dibebaskan karena alasan tertentu. Ia mengaku tidak tahu pasti soal klaim KSOP bahwa lahan Pelabuhan Dompak itu sebagian besar adalah milik Kemenhub, bukan Pemprov Kepri.

“Sepengatuan saya, dulu saat Gubernur Kepri Pak Ismeth Abdullah, lahan tersebut milik Pemprov Kepri, dan dihibahkan ke Kemenhub agar dibangun pelabuhan. Itu saja,” katanya.

Rudy berharap masalah lahan ini bisa segera diselesaikan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan yang merugikan orang banyak.

“Yang penting sekarang ini, bagaimana pusat mau melanjutkan pembangunan pelabuhan itu, agar dapat segera difungsikan,” katanya.

Kondisi Pelabuhan Dompak saat ini memang kian memperihatinkan. Kerusakan gedung yang dibangun Kemenhub ini kerusakannya makin parah. Hampir seluruh kaca gedung pecah, instalasi listrik raib dan dinding penuh coretan. Begitu juga dengan kondisi plafon sudah banyak hancur.

Proyek pelabuhan ini telah terhenti dua tahun silam. Padahal pembangunan sudah hampir rampung, tnggal butuh sentuhan akhir untuk menyelesaikannya. Namun, karena proyek terhenti, kawasan pelabuhan tidak ada yang menjaga dan tidak ada pengawasan, siapun bisa masuk dengan leluasa.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com