SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

MUI Kepri Ajak Pengusaha Dongkrak Wisata Halal

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Juni 2017 | 13:54
  • Dibaca : 106 kali
MUI Kepri Ajak Pengusaha Dongkrak Wisata Halal
MUI Kepri Ajak Pengusaha Dongkrak Wisata Halal. Foto Teguh Prihatna.

LUBUKBAJA – Direktur LPPOM MUI Kepri, Khairuddin Nasution mengajak seluruh pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri untuk mendongkrak wisata halal.

Menurut, Indonesia menjadi pelopor dan barometer produk halal dunia bersama negara-negara yang tergabung dalam organisasi WHFC (World Halal Food Council) dan menjadi pusat rujukan halal standarisasi dan sertifikasi dunia.

“Pengusaha kita belum sepenuhnya fokus terhadap pengembangan industri halal. Potensi Indonesia menyumbangkan wisata halal sangat hebat. Cuma belum digali oleh pelaku usaha,” ujarnya dalam Seminar bertema Merambah Bisnis Halal Lifestyle yang diselenggarakan oleh Kadin Kepri di Hotel Planet Holiday, Senin (19/6).

Dia menambahkan, para pelaku usaha harus berinovasi memanfaatkan peluang besar wisata halal ini. Khairuddin juga menekankan bahwa peluang usaha berbagai produk halal sangat besar. Untuk itu, dia sangat mengapresiasi hadirnya para pelaku usaha yang konsen di bidang syariah. “Karena peluang pasar halal lifestyle sangat besar. Produk halal tidak hanya dikonsumsi oleh umat Islam, tetapi juga oleh saudara-saudara kita yang non muslim,” katanya.

Gaya hidup halal, sambungnya, sudah mulai menjadi peluang bisnis yang menjanjikan mengingat pasar yang terus berkembang. Kini, halal bukan lagi menjadi perhatian warga muslim saja, melainkan sudah menjadi tren dunia. “Halal style sudah menjadi tren global dan memiliki peluang bisnis. Bukan hanya di ASEAN dan Indonesia, tetapi secara global,” kata Khairudin.

Ketua Kadin Kepri Makruf Maulana mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai bisnis halal di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga menggelar buka bersama bersama seluruh pengusaha di Kepri dan tamu undangan lainnya serta pemberian santunan kepada 1.000 anak yatim piatu. “Harapan kami seminar ini dapat menjadi bahan bagi pelaku bisnis halal di Kepri serta berbagi di bulan penuh berkah dengan berbagi bersama anak-anak yatim,” katanya.

Seperti diketahui, DPRD Kota Batam telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengkaji serta mengesahkan Ranperda Halal menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Ketua Pansus Ranperda Pembinaan dan Pengawasan Produk Halal dan Higienis, Aman mengatakan, peraturan daerah tentang produk halal dan higienis mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Batam. Apalagi hal ini memberikan kenyamanan memilih kuliner halal. “Jaminan produk halal dan higienis bisa menarik wisatawan agar pengunjung tidak lagi was-was, terutama soal makanan. Kita harapkan segera dibahas untuk disahkan,” kata Aman.

Berdasarkan data Majelis Ulama Indomesia (MUI), ada 8.000 ribu produk makanan dan minuman yang beredar di seluruh Indonesia, hanya 870 produsen yang memiliki sertifikasi halal. Kondisi ini tentu menjadi kekhawatiran konsumen untuk membedakan produk halal dan tidak halal. “Ranperda ini bertujuan memberikan kepastian hukum suatu produk,” ujarnya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com