SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelabuhan Batuampar Targetkan Bongkar Muat 750 Ribu Teus

  • Reporter:
  • Senin, 5 Juni 2017 | 14:28
  • Dibaca : 323 kali
Pelabuhan Batuampar Targetkan Bongkar Muat 750 Ribu Teus
Pelabuhan Batuampar Batam dijadikan pintu utama ekspor/impor. Foto Teguh Prihatna.

BATUAMPAR – Anggota DPD RI asal Kepri, Djasarmen Purba menilai Pelabuhan Batuampar belum mampu memanfaatkan kesibukan dan banyaknya kapal yang melintas di Selat Malaka untuk singgah di kota industri dan kota terbesar di Kepri ini.

“Yang kami lihat seperti itu. Makanya kami datang untuk menanyakan kendalanya apa sehingga Batuampar belum mampu memanfaatkan peluang yang besar tersebut,” ujarnya saat berkunjung ke Kantor BP Batam, Jumat (2/6).

Dia mengatakan, hasil dari kunjungan dan penjelasan BP Batam tersebut akan disampaikan kepada Kepala Staf Presiden agar bisa ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo. Menurut dia, Infrastruktur harus terus dibangun agar Batuampar juga bisa terus berkembang dan kontainer yang masuk bisa terus melonjak. “Karena secara letak Batuampar sangat strategis dibanding rencana mengembangkan Tanjungsauh yang posisinya lebih ke dalam,” kata Djasarmen.

Staf Khusus Deputi III Badan Pengusahaan Kawasan Batam, Nasrul Amri mengatakan, Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar kini bisa dimaksimalkan hingga kapasitas 1,5 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs) dengan lahan 10 hektare untuk terminal peti kemas. “Namun rata-rata per tahun baru menampung 500-600 ribu TEUs saja,” kata Nasrul.

Angka tersebut menurutnya sangat kecil mengingat volume kontainer yang melalui Selat Malaka mencapai 80-90 juta TEUs tiap tahun. Kebanyakan kapal besar lebih memilih singgah di negara tetangga, Malaysia dan Singapura. “Tahun ini kami targetkan menampung 750 ribu TEUs, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, secara umum Indonesia hanya mendapat lima persen saja. Termasuk yang masuk ke Batuampar. Menurut Nasrul, bila BP Kawasan Batam ingin memaksimalkan yang ada, maka sarana bongkar muat harus diperbaharui agar prosesnya bisa lebih cepat sehingga lebih efisien. Pengadaan crane pada dermaga utara juga harus sesegera mungkin dilelang agar bisa digunakan untuk bongkar muat dengan waktu yang lebih cepat.

“Kalau ada kapal pengangkut 2.000-3.000 TEUs maka proses bongkarnya juga akan sangat lama. Kalau dermaganya khususnya yang utara sudah bisa disandari kapal sebesar itu,” katanya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com