SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Batam Bentuk Pokja Tangani Banjir

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Mei 2017 | 14:28
  • Dibaca : 186 kali
Pemko Batam Bentuk Pokja Tangani Banjir
Pengendara roda dua menerobos banjir. Foto Muhammad Arief.

BATAM – Pemko Batam membentuk kelompok kerja (pokja) untuk menangani banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Batam yang terjadi setiap turun hujan deras. Sejumlah kebijakan juga akan dilakukan, seperti menghentikan cut and fill, membongkar semua bangunan di atas parit, dan pelebaran parit yang sudah menyempit.

“Kami sudah bentuk kelompok, nanti Rabu (31/5) rapat lagi untuk laporan,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai mengumpulkan semua pejabat Pemko Batam di Lantai IV Kantor Wali Kota, Senin (29/5).

Banjir di sejumlah titik di Batam masih rawan terulang. Pemko Batam baru mencanangkan Batam bebas banjir pada Desember mendatang.

Wilayah yang kerap banjir adalah kawasan Kampung Air, Simpang Kabil, dan Simpang Sincom Batam Center, Rusun Anggrek Tanjungpiayu dan Simpang Mangsang, Tanjungsengkuang, Seipanas, dan lainnya. Penyebabnya karena pendangkalan, banyaknya sampah masuk parit, drainase sempit, pematangan lahan, dan maraknya bangunan liar di atas drainase.

Rudi menjelaskan, kelompok penanganan banjir akan ditempatkan di setiap kecamatan. Mereka diminta mendata titik-titik banjir dan penyebabnya untuk nantinya dibawa ke rapat muspida.

“Kebijakan sudah ada, kami minta bantu muspida seperti TNI dan Polri untuk menghentikan cut and fill serta pembongkaran bangunan di atas drainase,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Rudi, upaya untuk mengatasi banjir baru sebatas normalisasi. Untuk membangun drainase permanen, Pemko Batam terkendala anggaran dan lahan yang sudah dikuasai orang. Dia berharap lahan yang terlanjur dijual dan dimanfaatkan pihak lain bisa ditarik kembali agar nantinya untuk pelebaran drainase.

“Yang mungkin jadi ganjalan, lahan sudah milik orang semua. Kami minta BP (Badan Pengusahaan) membebaskan lahan ini dari 2013, sampai sekarang tak ada kejelasan. Bukan kami yang tak bisa kerja, lahan yang ada jadi masalah,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdako Batam, Ardiwinata menambahkan, sesuai data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, saat ini terdapat 67 titik banjir. Rata-rata titik banjir ini baru muncul, bukan titik banjir lama.

Banjir terjadi akibat pasang surut, curah hujan, kabel utilitas, dan pipa yang melintang di drainase, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan, saluran menyempit, dan cut and fill. Normalisasi dilakukan Pemko dengan memaksimalkan sembilan alat berat yang ada.

“Selain itu, di titik-titik cut and fill akan dilakukan penghijauan secepatnya serta pembangunan di atas drainase akan dibongkar,” katanya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com