SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pipa Gas Tidak Berbelok ke Pelabuhan Batuampar

  • Reporter:
  • Senin, 19 Juni 2017 | 14:09
  • Dibaca : 260 kali
Pipa Gas Tidak Berbelok ke Pelabuhan Batuampar
ilustrasi

BATUAMPAR – Keberadaan pipa gas bawah laut di kawasan Pelabuhan Batuampar belakangan menjadi polemik, Badan Pengusahaan (BP) Batam menilai keberadaan pipa gas tersebut menghambat pengembangan pelabuhan.

BP menilai akibat hal tersebut Pelabuhan Batuampar tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Namun hal tersebut dibantah oleh pihak Medco E&P Natuna Ltd, pasalnya jaringan pipa West Natuna Transportation System (WNTS) dinilai beroperasi normal dan aman. Berlokasi cukup jauh dari Pulau Batam, jaringan pipa ini juga terdaftar pada Peta TNI AL (Dishidros) dan British Admiralty (BA) Chart (berstandar internasional), sehingga jalur pipa WNTS ini tidak mengganggu aktivitas pelayaran

“Sebagai operator yang bijak, keselamatan merupakah hal yang sangat penting dalam operasi kami,” kata Senior Manager Relations & Security Medco E&P Natuna Ltd, Drajat Panjawi, Minggu (18/6).

Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagut, Kanya menambahkan, pipa yang melintang dari Natuna ke Singapura memang melewati wilayah perairan Batam, pipa salah satunya yakni milik Medco. Menurut dia, pipa tersebut tidak berbelok ke wilayah Batuampar. Sebab itu juga dipastikan tidak mengganggu pelayaran kapal menuju dan dari Pelabuhan Batuampar.

Selain itu, pipa WNTS memang sudah terdaftar di peta Angkatan Laut (Dihidros) dan BA chart. Maka itu dapat dipastikan tidak mengganggu aktivitas pelayaran kapal yang melintasi jalur pelabuhan di Batuampar. Pihaknya juga membantah jika pipa gas tersebut sebagai penghambat pengembangan pelabuhan. “Info dari Medco demikian, karena itu dapat dipastikan tidak mengganggu pelabuhan,” katanya.

Sebelumnya, Pengembangan alur kapal di Pelabuhan Batuampar terkendala pipa gas ke Singapura. Selain itu, pipa juga menjadi ganjalan untuk kapal yang akan sandar di pelabuhan. Namun pipa yang dibangun beberapa perusahaan di bawah SKK Migas itu tidak bisa dipindahkan sebelum kontrak kerja sama dengan Singapura.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Budi Santoso mengatakan pemindahan pipa gas di Pelabuhan Batuampar terkendala perjanjian kerja sama. Sehingga tidak bisa dilakukan sebelum perjanjian kerja tersebut habis. Pipa gas merupakan gas dari Natuna yang disalurkan ke Singapura. “Yang kmai sayangkan pembangunan itu dulu dilakukan dengan melintasi Batuampar ke Singapura, padahal sebenarnya tidak perlu belok,” ujarnya, Selasa (13/6)

Menurut dia, ada kesalahan dari pihak yang memberikan izin dan titik yang dilewati pipa gas itu. Di sisi lain, sambungnya, untuk memindahkan pipa gas membutuhkan biaya besar.

“Sekarang biayanya yang menanggung siapa karena biayanya luar biasa. Dan juga tidak bisa dihentikan begitu saja,” katanya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com