SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sabu 26 Kg Dikirim Lewat Beberapa Ekspedisi dari China

  • Reporter:
  • Selasa, 6 Juni 2017 | 14:36
  • Dibaca : 205 kali
Sabu 26 Kg Dikirim Lewat Beberapa Ekspedisi dari China
ilustrasi

BATAM KOTA – Sidang perkara narkotika jenis sabu seberat 26 kg dengan terdakwa Hung Cheng Ning alias Tony Lee (warga negara Taiwan) dan Raden Novi Prawira alias Novi kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (5/6). Dalam persidangan diketahui bahwa sabu yang dikemas dalam dua lukisan tersebut dikirim dari China ke Jakarta melalui beberapa ekspedisi.

Pada persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan menghadirkan para saksi penangkap yang merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang.

Para saksi mengatakan, penangkapan keduanya dilakukan setelah adanya laporan dari pihak Bea dan Cukai atas barang yang mencurigakan dari balik lukisan Bunda Maria yang masuk di gudang kargo Bandara Hang Nadim.

“Setelah dicek, isinya sabu. Akhirnya, kami atur strategi untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap terdakwa,” kata salah seorang saksi.

Di hadapan majelis hakim Endi Nurindra, Renni Pitua Ambarita dan Muhammad Chandra disebutkan, barang haram seberat lebih kurang 26 kg tersebut dikirim dari China ke Jakarta melalui beberapa perusahaan jasa ekspedisi.

Dari China dikirim ke Singapura melalui Weisheng Cargo dan kemudian dilanjutkan ke Batam menggunakan ekspedisi PT Sumber Romarosaki. “Di Batam, lukisan ini berpindah menggunakan Weisheng Cargo menuju Jakarta,” kata saksi lagi.

Penangkapan terhadap keduanya berhasil dilakukan setelah tim kepolisian bekerjasama dengan pihak Weisheng Cargo yang berada di Jakarta. Bersama-sama dengan tim dari ekspedisi, tim kepolisian mendatangi rumah Novi dan menangkapnya. Sementara, penangkapan terhadap Tony Lee dilakukan beberapa hari kemudian, saat pria asal Taiwan ini tiba di rumah Novi.

Saksi mengaku hampir saja terkecoh karena setelah Tony Lee tiba di Bandara Soekarno Hatta, Novi ditelepon oleh seseorang yang berada di China untuk bertemu dengan Tony Lee di bandara. Namun, dalam waktu yang bersamaan, Tony Lee menuju ke rumah Novi. “Untungnya, ada anggota saya yang tinggal di rumah Novi dua orang. Jadi saat Tony Lee masuk ke rumah dan mengarah ke lukisan, langsung kami amankan,” kata Ipda Satri Putra, Kanit Narkoba Polresta Barelang yang memimpin penangkapan.

Satri juga menjelaskan, sebelum melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa, pihaknya juga sempat memperoleh data dari Weisheng Cargo dan diketahui bahwa pengiriman lukisan tersebut bukan yang pertama kalinya. “Sebelumnya pernah ada pengiriman dengan jenis barang yang sama ke alamat yang sama dengan penerima yang sama,” katanya.

Keterangan tersebut sempat dibantah oleh Tony Lee. Ia yang didampingi oleh Penasehat Hukum Tantimin dan penerjemah bahasa mengatakan bahwa dirinya masuk ke dalam rumah Novi menggunakan kunci rumah yang diberi Novi namun tidak menuju ke lukisan Bunda Maria. “Saya menuju ke kamar belakang, bukan lukisan,” ujarnya melalui penerjemah.

Namun demikian, Tony Lee mengakui bahwa saat perjalanan dari bandara ke rumah Novi, ia sempat singgah di toko bangunan untuk membeli martil. Ia juga mengaku masuk ke dalam rumah menggunakan kunci yang diperolehnya dari Novi.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com