Sindo Batam

Sepi Order dan Bangkrut, 11 Perusahan Kembali Tutup

Sepi Order dan Bangkrut, 11 Perusahan Kembali Tutup
Pekerja galangan kapal mengelas rakitan bagian kapal di salah satu galangan di Tanjunguncang. Foto Teguh Prihatna.

SEKUPANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mencatat ada 11 perusahaan yang tutup dalam kurun waktu dua bulan terakhir karena permasalahan sepi order. Dengan demikian, sudah 34 perusahaan tutup sejak awal 2017 dan 889 buruh menjadi pengangguran karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, selama triwulan pertama ada 23 perusahaan yang tutup dan 500-an buruh menjadi penganggur. Mayoritas adalah perusahaan penunjang (subkon) akibat perusahaan induknya tak ada lagi pekerjaan atau hengkang dari Batam.

Selanjutnya, dua bulan terakhir kemudian 11 perusahaan menyusul tutup, karena tak ada lagi proyek pekerjaan yang masuk. Ada juga perusahaan yang berhenti beroperasi karena masalah keuangan dan tak mampu lagi menopang operasional. “Sepi order, banyak perusahaan bangkrut,” ujarnya, Jumat (26/5).

Rudi memperkirakan jumlah perusahaan yang tutup dan tak melapor ke Disnaker Batam lebih banyak lagi. Sebagian besar perusahaan itu adalah subkon yang menggantungkan kelangsungan pekerjaan dari perusahaan induk. “Perusahaan yang ingin tutup harus menyelesaikan tanggungjawabnya terlebih dahulu, seperti pembayaran pesangon pekerja dan lainnya. Setelah semuanya selesai, baru mereka bisa melapor,” katanya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi terlihat kaget saat mendengar bertambahnya perusahaan yang tutup di Batam. Selama ini, dia baru mendapatkan kabar hanya 22 perusahaan yang tutup dan terpaksa berhenti operasi. “Sekarang sudah 34 perusahaan. Betul itu” tanyanya heran.

Dia mengaku belum mendapat data lengkap terkait perusahaan yang tutup dan akan segera memanggil Kepala Disnaker Batam untuk memaparkan perusahaan mana saja yang tutup dan berapa jumlah karyawan pada masing-masing perusahaan. Kondisi tersebut juga akan dilaporkan kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution.
“Ini masalah yang cukup sensitif. Kalau jumlah pengangguran bertambah, ngeri ini,” kata Wali Kota.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com