SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sopir Taksi Konvensional Kecewa Taksi Online Masih Beroperasi

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Juni 2017 | 14:46
  • Dibaca : 265 kali
Sopir Taksi Konvensional Kecewa Taksi Online Masih Beroperasi
Sopir taksi kovensional demo di Kantor Wali Kota Batam. Foto Arrazy Aditya.

BATAM – Ratusan sopir taksi yang tergabung dalam Asosiasi Taksi Konvensional berunjuk rasa di kantor Wali Kota Batam, Kamis (8/6). Mereka menuntut wali kota menindak taksi-taksi online yang masih beroperasi dan melanggar kesepakatan.

Ketua Forum Peduli Nasib Taksi (FPNT) Batam, Omo Maretralita mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam telah membekukan operasional transportasi online di Batam sejak 1 Juni. Kenyataannya, pihaknya menemukan masih banyak taksi yang tetap beroperasi lewat aplikasi online.

“Banyak yang sudah kami serahkan ke polisi,” ungkapnya.

Menurut Omo, sejak 1 Juni lalu, pihaknya sudah mengamankan 23 taksi online di Batam. Taksi-taksi online itu diamankan dari kawasan Sekupang (8 taksi), Batam Kota (2 taksi), Bandara Hang Nadim (10 taksi), dan Harbour Bay (3 taksi).

Para sopir taksi konvensional ini sengaja mendatangi kantor wali kota untuk melaporkan kondisi di lapangan. Sebab terkesan ada pembiaran dan tak pernah ada tindakan terkait masih banyaknya taksi online yang berkeliaran mencari penumpang.

“Kami tunggu apa tindakan wali kota. Ini bukan demo, tindakan spontanitas kami atas kekecewaan terhadap pemerintah,” katanya.

Omo meminta wali kota mendengarkan keluhan masyarakat. Mengingat saat ini ada sekitar 2.800 unit taksi konvensional resmi di Batam, sehingga keberadaan taksi-taksi tidak resmi atau ilegal harus ditertibkan.

Beroperasinya taksi-taksi online di Batam membuat taksi konvensional merugi. Sebab taksi-taksi online tersebut menerapkan tarif yang lebih murah dan tak mengacu pada aturan.

“Apapun usahanya jika tak memiliki izin, sepatutnya diproses, karena akan mengganggu pengusaha yang selama ini mematuhi aturan pemerintah. Sekarang justru banyak yang ilegal dibandingkan yang resmi. Kalau pemerintah tak mau membersihkan, kami yang akan membersihkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dishub Batam menghentikan sementara pengoperasian transportasi online di Batam per 1 Juni. Pembekuan berlaku hingga perusahaan penyedia transportasi online melengkapi persyaratan. Kebijakan ini juga untuk memenuhi tuntutan perusahaan transportasi resmi di Batam yang keberatan dengan beroperasinya taksi online yang menerapkan tarif tak sesuai aturan.

Sejauh ini, pemerintah menilai telah terjadi persiangan tidak sehat antar transportasi konvensional dan online. Salah satunya terkait penerapan tarif atas dan bawah yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolresta Barelang AKBP Hengki. Menurutnya, penertiban taksi online yang melanggar aturan harus didudukkan bersama dengan penegak hukum.

“Secara administratif ada di kami, penindakan hukum di lapangan harus berkoordinasi dengan kepolisian. Polisilah nanti kasih solusi apa. Taksi online ini juga warga Batam dan dua-duanya harus diselamatkan sesuai kesepakatan bersama,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, tuntutan yang disuarakan para sopir taksi konvensional merupakan salah satu prioritas Pemko Batam. Bahkan sejumlah tuntutan sopir taksi konvensional sudah dipenuhi, seperti pembatasan jumlah taksi dan pergantian Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).

“Nanti kami dudukan bersama. Untuk yang konvensional ini akan kami bicarakan dengan Yusfa (Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri). Aplikasi, cek butuh anggaran berapa,” katanya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com