SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Teliti Saat Beli Parsel, Waspadai Produk Kedaluwarsa

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Juni 2017 | 13:03
  • Dibaca : 124 kali
Teliti Saat Beli Parsel, Waspadai Produk Kedaluwarsa
ilustrasi

PINANG – Masyarakat diimbau hati-hati dan lebih teliti saat membeli bingkisan atau parsel berisi produk makanan dan minuman. Tingginya permintaan parsel jelang Idul Fitri sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan aturan.

“Memang, sampai sekarang belum ditemukan dan belum ada laporan produk kedaluearsa dalam parsel. Tetapi, bukan berarti tidak ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (19/6).

Tjejtep mengatakan, produk makanan dan minuman kedaluwarsa sangat berisiko terhadap kesehatan manusia jika dikonsumsi. Selain produk yang sudah lewat ambang batas produksi, masyarakat pun diminta teliti terhadap produk yang kemasannya sudah rusak atau cacat.

“Harus benar-benar teliti. Kalau kemasannya sudah rusak atau penyok dan lainnya, lebih baik jangan dibeli. Perhatikan pula ada atau tidaknya izin dari Badan POM. Intinya, jangan asal beli,” kata dia.

Guna mencegah peredaran makanan kedaluwarsa di daerah ini, Dinkes Kepri bersama BPOM terus berkomonikasi dan koordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk melakukan pengawasan secara langsung ke lapangan. Tim menyusur peredaran parsel serta produk makanan dan minuman lain di swalayan, supermarket, minimarket dan toko-toko di seluruh Kepri.

Beberapa waktu lalu, tim gabungan BPOM Kepri dan Dinkes Bintan menemukan sejumlah produk makanan yang sudah kedaluwarsa beredar di beberapa toko dan swalayan di Tanjunguban, Bintan.

“Karena itu, kami imbau masyarakat agar selalu berhati-hati, teliti sebelum membeli produk makanan dan minuman,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemprov Kepri Baharuddin menambahkan, pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada pedagang yang kedapatan menjual produk-produk makanan dan minuman kedaluwarsa. Bersama Dinkes Kepri, lanjut Baharuddin, pihaknya juga ikut mengawasi peredaran produk makanan dan minuman di pasaran.

“Tentu saja kami akan beri peringatan terlebih dahulu. Kalau membandel, izin usahanya bisa dicabut,” tegasnya.

Sebelumnya, kepolisian di Batam menemukan banyak produk makanan dan minuman kedaluwarsa di sejumlah toko dan supermarket di wilayah Nongsa. Barang-barang kedaluwarsa tersebut dipajang di etalase penjualan barang.

Kapolsek Nongsa Kompol Muhammad Chaidir mengatakan, operasi produk kedaluarsa dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolresta Barelang, terutama saat Ramadan dan jelang Idul Fitri. Menurutnya, pemilik atau pedagang memang sengaja menjual produk-produk kedaluwarsa tersebut karena dipajang di etalase.

“Dalam aturannya, tiga bulan sebelum masa berlaku habis. Barang itu harus ditarik dari peredaran, tak boleh dipajang lagi,” ujarnya.

Jika terbukti bersalah, pemilik toko dan barang akan dijerat UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Chaidir mengimbau masyarakat lebih teliti saat berbelanja, seperti melihat dulu kondisi serta keamanan barang yang akan dikonsumsi.

“Jika terbukti ada kesengajaan, maka pemilik atau pedagang terancam kurungan penjara lima tahun atau denda Rp2 miliar,” ujarnya.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com