Sindo Batam

Ungkap 10 Kasus Curanmor, Polisi Batam Tangkap 12 Pelaku

Ungkap 10 Kasus Curanmor, Polisi Batam Tangkap 12 Pelaku
Sebanyak 12 Pelaku curanmor dihadirkan dalam ekspose di Mapolresta Barelang. Empat orang mendapat timah panas karena melawan polisi, Kamis (16/5). Foto Tommy Purniawan

BATAM KOTA – Dua belas pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) ditangkap Polresta Barelang dan Polsek. Empat orang menerima timah panas di kaki karena melawan.

Kapolrestas Barelang AKBP Hengki mengatakan, belasan pelaku ini merupakan spesialis curanmor. Sedikitnya ada sepuluh kasus curanmor yang dilakoni pelaku.
“Ini kasus yang ditangkap sejak awal Juni 2017 kemarin,” ujarnya saat ekspose di Mapolresta Barelang, Kamis (15/6).

Hengki menambahkan, selain pelaku polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kunci T dan juga sepuluh sepeda motor hasil curian para pelaku.

“Mereka berbagi peran. Sepuluh orang sebagai pemetik motor dan dua pelaku sebagai penadah,” katanya.

Saat ditanya awak media, alasan belasan pelaku cukup beragam. Ada yang baru perama kali. Ada juga yang sudah mencuri hingga tiga kali. Misalnya, Ramdani (30) dan Morum (28). Mereka ditangkap Polsek Lubukbaja karena mencuri Yamaha V-ixion.

Ramdani mengaku, menemukan kunci motor Yamaha V-ixion tercecer di salah satu kosan. “Setelah mendapat kunci motor, saya coba masukan kunci motor ke semua motor yang parkir di kosan,” katanya.

Setelah dicoba, kunci itu cocok dengan Yamaha V-ixion. Ia bersama Morum membawa motor itu kosannya. Rencananya, motor itu akan dijual seharga Rp1,5 juta untuk biaya hidup.

“Tetapi, baru beberapa jam mengambil motor dan belum laku terjual kami ditangkap dan kaki kami ditembak polisi,” katanya.

Sementara Riski (21), selain kasus curanmor ia juga pernah ditangkap Polsek Seibeduk karena mencuri burung belum lama ini. Kedua kakinya terpaksa ditembak polisi karena melawan.

Riski mengaku, mencuri tiga dua motor Yamaha Mio Sporty di Batuaji dan Motor Kawasaki Ninja di Jodoh. “Motor Mio terjual Rp600 ribu. Uangnya untuk makan dan yang belum terjual Ninja,” ujarnya.

Saat beraksi di dua lokasi tersebut, ia menggunakan kunci T dan selalu sendirian. Setelah berhasil mencuri, ia membawa motor ke rumahnya di Sei Daun lalu dipreteli.

“Saya ditangkap saat mau menjual motor Ninja itu di Seibeduk,” katanya.

Sementara Waris (27), ditangkap Polsek Seibeduk mengatakan, ia baru sampai di Batam seminggu lalu dari kampung halamannya di Sumatera. Karena baru sampai, ia bekerja sebagai buruh bangunan dan menumpang tinggal di rumah Tony (37) yang berada di Perumahan Genta.

“Lalu saya diajak teman saya Putra, ke Top 100 Tembesi dan saya diturunkan di halte,” akunya.

Tak lama, Putra masuk ke Top 100 lalu keluar membawa motor Honda Vario. Ia disuruh membawa motor itu ke Aviari dan diantarkan kepada Norman. “Tetapi saat motor mau saya berikan kepada Norman, kami berdua ditangkap polisi,” katanya.

Hengki menambahkan, pelaku pencurian motor akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara tujuh tahun. Sementara untuk penadah, hasil kejahatan, akan dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman kurungan penjara empat tahun.

Share Berita Ini

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com