SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Warga Ruli Kampung Agas Pasrah Lihat Rumah Dibongkar

Warga Ruli Kampung Agas Pasrah Lihat Rumah Dibongkar
Warga Ruli Kampung Agas Pasrah Lihat Rumah Dibongkar, belum lama ini. Foto Teguh Prihatna.

LUBUKBAJA – Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Ditpam BP Batam kembali menertibkan pemukiman liar di Kampung Agas, Tanjunguma, Kamis (18/5). Penertiban ini merupakan hasil surat keputusan hakim PTUN Tanjungpinang di lahan seluas 7,5 hektare milik PT Wira Nata Tantama, yang sebelumnya sempat sengketa dengan masyarakat setempat.

Pantauan KORAN SINDO BATAM, ratusan personil gabungan merangsek masuk ke dalam lokasi penggusuran dengan menyiapkan dua alat berat, dua water canon dan dua mobil damkar. Berbeda dengan eksekusi tahap pertama, eksekusi kali ini berjalan lancar tanpa ada perlawanan dan bentrok dengan masyarakat. “Tidak ada gesekan antar warga dan anggota seperti penggusuran pertama,” kata Kabagops Polresta Barelang Kompol Agus Joko.

Selama penggusuran terlihat dua alat berat merobohkan belasan bangunan yang kembali didirikan setelah penggusuran pertama. Dengan pengawalan ketat, alat berat dalam hitungan jam meratakan belasan rumah tanpa perlawanan. Sementara beberapa warga terlihat pasrah melihat rumah mereka dirobohkan, sembari mengais barang berharga yang bisa diselamatkan dari penggusuran.

Meski tak mendapatkan perlawanan dari warga, namun Tim Terpadu tak mengetahui jumlah pasti berapa rumah yang dirobohkan dalam penertiban kali ini. Lurah Tanjunguma, Syahril mengatakan, data tak dimiliki Tim Terpadu karena saat melakujan pendataan mendapat penolakan dari warga. “Alasan mereka, kami turun harus memperlihatkan surat tugas,” kata Syahril.

Dia menambahkan, saat mendata petugas kelurahan tidak membawa surat tugas karena pihaknya melakukan pendataan terhadap warga sendiri. “Kemarin itu kami turun bersama personil dari Kecamatan saja,” ujarnya.

Menurut Syahril, permintaan surat tugas itu hanya alasan warga, karena mereka tidak mau digusur. Meski demikian sudah ada juga warga yang pindah dengan sendiri dan mengambil uang ganti rugi serta menerima kavling yang disediakan.

Kuasa hukum PT Wiranata Tamtama, Bali Dalo mengatakan, penertiban ini merupakan kelanjutan dari penggusuran pada beberapa waktu lalu. PT Wiranata Tamtama memiliki lahan 7,5 hektare di lokasi tersebut, namun baru 3 hektare yang digusur.

Sementara warga yang memiliki bangunan di atas lahan tersebut, pihak perusahaan telah memberikan pilihan terbaik. Warga yang bersedia pindah akan mendapatkan lahan di Kaveling Telagapunggur. Pihak perusahaan sudah menyiapkan sebanyak 200 kaveling. Selain itu, warga juga akan mendapatkan tempat rumah susun di Tanjunguncang selama tiga bulan. “Kami hanya menanggung sewa rusun tiga bulan, sembari mereka membangun rumah di kaveling yang disediakan,” kata Bali Dalo.

Loading...

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com